Apa Itu Inisiatif?

Inisiatif sangat penting dalam dunia pekerjaan. Organisasi ingin para pekerjanya bisa berpikir sendiri dan bisa mengambil aksi tanpa menunggu di perintahkan dulu.

Yuk Kembangkan Inisiatif Dalam Diri

Inisiatif adalah kemampuan untu memutuskan serta melakukan sesuatu dengan benar tanpa diberi tahu, mampu menemukan apa yang seharusnya dikerjakan terhadap sasuatu yang ada di sekitar, berusaha untuk terus bergerak untuk melakukan beberapa hal walau keadaan terasa semakin sulit.

Saat seorang inisiatior menemukan kesempatan dalam kesulitannya, kesempatan itu segera diambil dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memecahkan hal-hal yang sedang ia pecahkan.

Bahkan dengan inisiatif yang tinggi seseorang mampu menemukan permasalahan dan kesulitan yang tersirat dan mampu juga memutuskan solusi lalu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Berani berinisiatif sama dengan sikap proaktif, lawan dari proaktif adalah reaktif. Inisiatif merupakan sikap proaktif terhadap hal-hal yang berada di sekitar, untuk mengambil inisiatif kita harus mendahulukan aksi dibandingkan reaksi.

Kita harus melakukan suatu hal tanpa perlu diperintah terlebih dahulu. Dengan menjadi aktif dalam hidup, kita akan merasa lebih baik, rasa percaya diri kita akan naik, kita juga akan merasa bahwa diri kita berharga.

Berani mengambil inisiatif akan membantu kita terbebas dari rasa gelisah, khawatir, dan cemas. Semakin intens kita memasrahkan apa yang terjadi untuk terjadi saja, maka semakin besar kesempatan kita untuk khawatir, gelisah, dan cemas.

Sebaliknya, jika kita semakin intens dalam menyelesaikan hal-hal yang ada di sekitar kita dengan berani mengambil inisiatif, maka semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan kita.

Banyak orang yang memandang bahwa inisiatif merupakan suattu hal yang abstrak. Bagi sebagian orang berinisiatif bagaikan memikirkan hal gaib yang sulit untuk divisualisasikan.

Contoh sederhananya, ketika seorang pemateri dalam diskusi lupa untuk membawa materi yang akan dipresentasikannya, atau tiba-tiba laptopnya rusak.

Jika pemateri itu minim inisiatif, ia hanya akan duduk kebingungan menunggu hal yang tidak pasti. Namun jika ia punya inisiatif ia akan memutuskan sesuatu yang membuat permasalahan ini terselesaikan.

Misalnya solusinya adalah menggunakan white board atau media lainnya, membangun kembali kerangka yang akan ia jelaskan dengan sekedar menuliskan key point nya, menguraikan materi secara jelas dan runtut.

Jika ia mampu memaparkan materi presentasi dengan mengagumkan juga dimengerti oleh peserta walaupun tanpa bantuan teknologi, ia justru akan mendapat nilai tambah.

Karena sebenarnya esensi dari sebuah presentasi adalah bagaimana seorang pemateri mampu memaparkan materi yang akan disampaikan, bukan teknologi yang akan digunakan untuk presentasi.

Dari contoh tersebut, kita bisa membedakan apa itu inisiatif. Inisiatif merupakan sesuatu yang realistis bagi orang yang memiliki skill berinisiatif dan merupakan sesuatu yang abstrak bagi orang yang minim inisiatif.

selain ada orang yang menganggap bahwa inisiatif adalah abstrak, ada juga orang yang tidak berani mengambil inisiatif, padahal sebenarnya ia mampu berinisiatif.

Mungkin penyebabnya karena takut salah, takut dicemooh oleh orang, takut dikritik, malas, atau ragu dengan inisiatifnya sendiri.

Jika kalian takut untuk berinisiatif, ingatlah bahwa sebenarnya yang perlu untuk ditakuti adalah tindak berani mencoba.

Individu yang melakukan hal besar biasanya diawali dengan inisiatif dan berani mencoba. Banyak para penemu yang dalam perjalanannya harus gagal berkali-kali namun tetap mencoba hingga sukses dalam usahanya.

Maka, lawanlah rasa takut untuk berinisiatif. Jangan mengharapkan seluruh dunia ini suka dengan anda, dalam hidup selalu ada pro dan kontra, karena dari setiap kepala, terdapat otak yang berbeda.

Tulisan ini dipublikasikan di Inisiatif. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *