Cara Mengarahkan Perkembangan Pola Pikir Anak

Anak kecil memiliki pola pikir yang mungkin tidak sama dengan kita. Mereka cenderung lebih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Namun, jangan pernah tidak menjawab pertanyaan mereka. Karena, hal ini akan mematikan daya kritis dan kemampuan berpikir anak.

Kemampuan berpikir anak sesungguhnya mulai berkembang seiring kemampuan anak dalam berkomunikasi.

Cara Mengembangkan Pola Pikir Anak

Kecakapan berpikir merupakan hal penting bagi seseorang untuk menghadapi berbagai tantangan baru di kehdiupan.

Pola pikir yang diperlukan adalah kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif. Dengan kecakapan hidup ini, seseorang akan mampu berinovasi, berpikir kritis terhadap informasi dan kenyataan yang sedang dihadapi.

Namun, kecakapan berpikir tentu bukanlah kemampuan yang bisa didapatkan melalui cara-cara instan dan singkat. Melainkan harus melalui latihan dan pengasahan yang dilakukan terus menerus.

Karena itu, kemampuan ini perlu dikembangkan dan diasah sejak anak berusia dini. Untuk mengarahkan perkembangan pola pikir anak, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, seperti:

1.Biarkan Anak Bermain

Dunia anak adalah dunia bermain. Kita tidak mungkin bisa memisahkan anak dari dunianya. Kita juga tidak mungkin memaksakan waktunya dihabiskan hanya untuk belajar.

Namun, satu hal yang perlu diingat adalah kita sejatinya masih bisa mengendalikan waktu anak dalam bermain.

Pilihan bijak yang bisa kita ambil adalah dengan mengatur dan mengawasi anak agar ia bisa bermain namun tetap belajar sekaligus. Belajar sambil bermain adalah hal yang bisa menyenangkan bagi anak.

Dengan bermain, kita juga bisa membiasakan anak agar terbiasa berpikir secara menyenangkan. Kita bisa membantu memilihkan pernainan anak.

Misalnya dengan mempertimbangkan jenis permainan yang anak sukai atau permainan yang bisa menjadi media belajar bagi anak sesuai usianya.

Selain itu, kita juga bisa turut aktif dalam permainan anak dan menemaninya bermain dengan serius. Melalui permainan inilah anak akan terlatih untuk mengeksplorasi hal-hal baru, menemukan permasalahan baru, dan belajar untuk menyelesaikannya.

2.Sabar, Tunggu, dan Biarkan Anak Memberi Reaksi Atau Tanggapan

Anak-anak sering menanyakan banyak hal yang baru dijumpainya. Pertanyaan itu bisa bersifat umum atau membutuhkan jawaban yang rumit dan kompleks.

Sehingga, tugas kalian adalah memberikan jawaban se sederhana mungkin dan contoh yang bisa mereka pahami.

Beri mereka waktu sejenak untuk mencerna dan memahami jawaban yang kita berikan. Jika masih belum mengerti, berikan juga ia kesempatan untuk merumuskan pertanyaan atas keingintahuannya tersebut.

Kemampuan untuk bertanya juga membutuhkan keterampilan berfikir dan berbahasa yang harus diasah.

Dengan begitu, si anak akan berlatih berpikir kompleks dan menyeluruh, namun sekaligus bisa menyampaikan ide / gagasannya dalam bentuk sederhana.

3.Jangan Gegabah Ikut Campur Dalam Dunia Anak

Sebagai guru dan orang tua yang bijak, kita harus bisa thu kapan waktu yang tepat untuk membiarkan anak bereksplorasi dan kapan waktunya harus turun tangan membantu menyelesaikan permasalahanya.

Kita harus mau bersabar dan menunggu, berikan kesempatan dan waktu sejenak bagi anak untuk mencerna, mengamati, dan menganalisis masalahnya sendiri.

Jangan sampai, bantuan kita justru membatasi kreativitas dan daya pikirnya. Akibatnya, anak pun jadi malas dan enggan berpikir.

Keterampilan ini diperlukan oleh orang tua agar anak-anak terbiasa untuk berpikir secara mandiri.

Itulah beberapa cara yang bisa membantu anak-anak agar terus mengembangkan pola pikir mereka dengan lebih kreatif. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tulisan ini dipublikasikan di Pola Pikir. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *