Cara Mudah Untuk Menumbuhkan Inisiatif Anak

Inisiatif merupakan motivasi untuk berpartisipasi secara aktif dan spontan untuk melakukan suatu hal. Selain tidak harus melulu dilayani atau diurusi semua kebutuhannya, seorang anak akan berinisiatif bahkan akan ikut membantu meringankan beban orang lain.

Menumbuhkan iinisiatif anak di masa balita akan membuat ia tumbuh menjadi pribadi yang lebih heist, mandiri, dan bisa diandalkan.

Selain itu anak berinisiatif cenderung menunjukkan performa yang lebih baik di sekolah dan kehidupan sosialnya.

Cara Menumbuhkan Inisiatif Anak Anda

Inisiatif juga penting bagi kehdupan buah hati di masa depan. Sekarang ini sudah waktunya bagi kalian untuk menumbuhkan inisiatif mereka.

Inisiatif juga dibutuhkan untuk mengetahui apakan sang anak sudah siap untuk masuk ke dunia sekolah atau belum.

Lalu, bagaimana caranya? Yuk simak dibawah ini.

1.Dorong Mereka Untuk Melakukan Sesuatu Sendiri

Semua urusan anak memang akan selesai dengan rapid an lebih cepat jika dikerjakan oleh orang dewasa.

Namun, untuk menumbuhkan inisiatif anak, mulailah mendorong anak untuk melakukan sesuatu sendiri sesuai dengan usianya.

Contohnya, anak berusia 2 tahun seharusnya sudah bisa menggunakan sendiri peralatan makan atau mengambil handuk dan menyabuni badan.

2.Ajarkan Berfikir Kritis

Hebatnya, anak yang berpikiran kritis mampu berfikir 2 atau 3 langkah ke depan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bahkan tanpa harus diminta.

Disinilah gunanya mengajarkan anak untuk mulai berfikir kritis. Saat balita bertanya, cobalah tanggapi dengan pertanyaan lanjutan yang membuatnya berpikir kreatif dan kritis.

Contohnya, “menurutmu, apa yang harus kamu lakukan?” atau “kira-kira apa yang akan terjadi kalau kamu melakukan A? apa hasilnya kalau kamu memilih B?”

3.Ajarkan Tanggung Jawab

Anak yang diberikan tanggung jawab harian biasanya akan memiliki inisiatif lebih besar. Karena itu, kalian bisa mulai memberikan si kecil tanggung jawab pribadi yang sesuai dengan usianya.

Mulailah dari hal sederhana yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Seperti membereskan mainan, memasukkan baju kotor ke keranjang sebelum mandi, atau menyiram bunga.

4.Beri Contoh

Inisiatif anak akan semakin cepat berkembang apabila kalian terus memberikan contoh nyata dalam aktivitas kesehariannya.

Untuk itu, pastikan si kecil mendengar penjelasan tentang tindakan yang akan kalian lakukan. Kalian bisa mengatakan “Di kaca jendela ada noda, mama akan mengambil tisu dan membersihkannya” atau “jam dinding berhenti berdetak, mama akan mengambil baterai dan menggantinya”.

Saat anak melihat kalian membuang sampah yang tercecer di jalan atau menyusun rapi piring kotor yang sudah selesai dipakai di restoran, dia pasti akan menirunya.

5.Puji Usahanya

Banyak anak yang ragu mengambil inisiatif karena takut salah, dimarahi, atau ditertawakan. Untuk menguatkan serta mendorongnya, berikanlah pujian hangat atas usaha yang sudah dilakukannya, meski hasilnya masih berantakan atau tidak sesuai harapan.

Inisiatif merupakan kualitas pribadi yang penting untuk kesuksesan anak di masa depan, jadi, segera dukung pertumbuhannya sejak dini.

Inisiatif sangat penting untuk mengajarkan anak kita agar bisa menjadi manusia yang bermanfaat. Setelah mereka sudah bisa berinisiatif sendiri tanpa disuruh, artinya mereka sudah siap dengan dunia luar dan sekolah.

Ini bisa menjadi tahap awal dimana kalian mengetahui apakah anak kalian sudah siap bersekolah atau belum. Kalau belum berinisiatif, lebih baik tunda dulu masuk sekolahnya.

Itulah 5 cara untuk mengajarkan anak tentang inisiatif. Bagaimana, apakah sudah ada yang kalian terapkan di rumah untuk sang buah hati?