Logika Secara Umum

Jika sebelumnya kita telah membahas ciri dari pola berpikir krisis & tepat, kali ini mari kita bersama – sama belajar tentang ulasan logika secara umum. Logika adalah hasil sebuah pemikiran yang bekerja kemudian diutarakan kedalam kata – kata atau bisa disebut dengan bahasa. Atau beberapa ahli lainnya seperti Jan Hendrik Rapar juga ikut berpendapat, kalau Logika merupaka salah satu hasil pola pikir setelah menggunakan beberapa pertimbangan dalam menerka sebuah masalah / hal.

Logika Secara Umum

Nah, untuk lebih jelasnya anda bisa membaca beberapa jenis macam Logika, kalian pasti akan sangat senang dalam memperlajari hal baru ini.

Jenis Logika Secara Umum

✅ Logika Formal

Hasil yang telah kami dapatkan dari berbagai situs resmi yang banyak membahas mengenai pola pikir menusia & inisiatif. Ternyata logika formal ini merupakan hasil dari adanya pola pikiran manusia secara tradisonal. Mempertimbangkan hasil akhir dalam bentuk eksplisit murni, teknik penjelasan nya juga masih terbilang abstrak (akan lebih mudah untuk dipahami manusia).

✅ Logika Informal

Fokus dalam mengarahkan pendapat lebih menggunakan bahasa keseharian, agak jarang bisa digunakan dalam bidang perndidikan atau lembaga resmi lainnya. Karena ditangani oleh manusia langsung dibangun dalam sebuah bahasa yang disebut Esperanto. Umumnya digunakan ketika bakal menalarkan sebuah argumen, politik, debat, argument berbau lembaga hukum berbentuk terbuka didepan masyarakat.

✅ Logika Simbolis

Sebuah logika dimana praktek pembahasan berbaur tentang abstraksi simbolis merupakan unsur dari usul ciri formal inferensi logis.

  • Predicate logic: Sebuah variabel pada susunan struktur terautur, sehingga pendapat lebih jelas & mudah dicerna lawannya.
  • Logika Proposional: Gabungan antara proposisi atomik & penghubung logis sistem ini termasuk sistem formula proposisi, atau kalian juga dapat mengenalnya dengan istilah lain yaitu sentensial.

✅ Logika Matematika

Ketika ilmu bidang komputer telah berkembang pada era 1940 mucullah teori disiplin karya Alan Turing (1912 – 1954) atau tentang masalah Entscheidung. Perkembangan ini terus dilanjutkan oleh teori Kurt Gödel (1906 – 1978) namun tidak memberikan teori secara lengkap. Penalaran manusia secara matematis memberikan untung lainnya, dimana secara garis besar berhubungan besar dengan kondisi finansial & ekonomi dunia.