Pola Pikir Orang Bermental Kuat, Kamu Sudah Punya?

Mental dapat mempengaruhi pola pikir seseorang. Begitupun sebaliknya, pola pikir yang kita miliki dapat menunjukkan mental kita sekuat apa.

Seorang yang telah dewasa membutuhkan mental yang kuat untuk menjalani kehidupan. Mulai dari kuliah hingga lingkungan kerja. Jika kalian punya mental lembek, bisa-bisa kalian bakal jadi orang yang biasa saja.

Pola Pikir Mental Baja

Mungkin kalian bingung, apakah kalian punya mental yang kuat atau tidak. Karena memang hal ini tak bisa kita lihat di diri kita sendiri.

Supaya gak bingung, di bawah ini kami berikan ciri-ciri pola pikir orang yang bermental kuat. Kalau kamu sudah punya pikiran seperti ini, artinya mental mu kuat. Apa saja?

1.Bisa Menjaga Emosi dan Logika

Jika kamu bisa menyeimbangkan antara emosi dan logikamu, artinya kamu bermental kuat. Menurut psikolog, keduanya sama penting dan orang bermental kuat tahu kapan harus menyeimbangkan keduanya untuk membuat keputusan.

2.Menghabiskan Waktu Dengan Produktif

Banyak orang yang membuat seribu alasan supaya ttidak mengerjakan tugas dengan baik. Mereka yang bermental lemah biasanya menyalahkan keadaan.

Berbeda dengan yang bermental kuat. Mereka focus untuk mengerjakan hal-hal penting dan gak membuang buang waktu. Intinya, teurs produktif dalam kegiatan sehari-hari.

3.Bisa Beradaptasi Dengan Perubahan

Hidup terus berubah dan kadang perubahan itu tidak mudah. Sebagian besar orang memilih untuk tidak mau berubah dan tetap berada di zona nyaman. Namun, mereka yang bermental kuat focus untuk menghadapi perubahan yang besar dan sangat cepat.

4.Belajar Dari Kesalahan

Banyak orang sukses bilang, lakukanlah banyak kesalahan saat muda. Ini karena kita bisa lebih cepat bangkit dari kesalahan itu. Mereka yang bermental kuat akan benar-benar belajar dari kesalahannya.

5.Tahu Bahwa Merayakan Kesuksesan Orang Lain Itu Penting

Memiliki mental kuat berarti kamu tahu bagaimana bekerja sama. Kesuksesan orang lain gak pernah membuatmu iri.

Kamu malah happy jika ada banyak orang sukses di sekelilingmu. Artinya, kamu bisa belajar banyak hal dari mereka. Kamu selalu merasa terinspirasi, bukan terintimidasi.

6.Hidup dan Membuat Keputusan Berdasarkan Prinsip

Mereka yang bermental kuat akan selalu memperhatikan prinsip yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, orang yang tak suka korupsi waktu tak akan pernah datang terlambat. Orang yang menghargai persahabatan tidak akan mengkhianati sahabatnya dan orang yang menyayangi orang tua tidak akan menyia nyiakan uang kuliah yang diberikan.

Hal hal kecil seperti ini akan memperlihatkan betapa kamu mengormati prinsip kamu sendiri.

7.Bertanggung Jawab Atas Tindakan

Gak semua orang berani memperlihatkan tangan sesudah melempat batu. Namun, mereka yang bermental kuat tidak akan seperti itu.

Mereka tidak takut bertanggung jawab atas kesalahan mereka. Dan tentu saja, mereka terus belajar dari kesalahan itu.

8.Tahu Bagaimana Melihat Kesempatan dalam Kesulitan

Sebenarnya, setiap masalah memiliki celah untuk kita belajar sesuatu. Orang yang mentalnya lemah, hanya melihat masalah sebagai suatu penghalang dan memikirkan masalah itu berhari-hari.

Namun mereka yang bermental kuat akan berusaha mencari solusi serta melihat kesempatan yang ada. Lewat masalah ini juga mereka akan menganalisa kemampuan yang harus mereka pertajam supaya kelak mereka bisa lebih santai menghadapi kesulitan tersebut.

9.Bersyukur

Mereka yang bermental kuat selalu tahu bahwa mereka telah mendapatkan lebih dari yang mereka butuhkan.

Mereka terus ingin berkembang namun tidak serakah. Mereka tahu bahwa dengan bersyukur, hidup akan memberikan kesempatan yang lebih besar.

Itulah 9 ciri orang dengan mental yang kuat. Semoga bermanfaat.  

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Buang Pola Pikir Ini Kalau Gak Mau Stress

Stress bisa datang kapan saja dan di mana saja. Apalagi jika mengingat bahwa hidup pasti selalu diliputi oleh masalah. Namun sebenarnya stress juga bisa datang jika kita tak memiliki pola pikir yang bijak dan positif.

Bahkan, stress juga bisa memicu berbagai penyakit kronis dan berbahaya seperti misalnya serangan jantung. Tentu kita tidak mau hal ini sampai terjadi.

Buang Pola Pikir Ini Agar Hidup Lebih Tenang

Nah, untuk kalian yang tak ingin dihinggapi oleh rasa stress tersebut, pertama kali yang harus kalian ubah adalah mindset atau pola pikir kalian.

Dengan memiliki pola pikir yang baik, tentunya stress akan pergi menjauh dari kita. Lalu, pola pikir seperti apa yang tak boleh kita miliki? Yuk simak di bawah ini.

1.Berpikir Kebal Terhadap Stress

Jika kamu berpikir stress tidak akan menghinggapimu, maka jangan heran jika suatu saat nanti justru stress malah hadir. Mungkin, masalah yang datang malah akan membuatmu stress dua kali lipat.

Pola pikir seperti ini harus kamu ubah karena stress bisa datang pada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.

Di sini kamu harus paham untuk menerapkan pola pikir yang positif agar stress tak menimpamu dan menyebabkan kesehatan mental serta fisikmu terganggu.

2.Selalu Berpikir Sedang Sibuk

Pernah bilang kalau kamu sedang sibuk kepada orang lain? Ucapanmu ini bisa menjadi pola pikir yang mendarah daging.

Kamu juga akan beranggapan bahwa taka da waktu selain mengurus kesibukanmu sehingga akhirnya kamu tertekan dan stress pun tak terelakkan.

Karena, berkat pola pikirmu yang seperti ini, kamu jadi tidak bisa bersantai bahkan menikmati waktu bersama keluarga dan pasanganmu juga tidak.

3.Perfeksionis

Pola pikir ini juga berbahya. Jika kamu menganggap semua hal harus sesuai dengan keinginan serta ekspektasimu, jika suatu hari hal tersebut tak sejalan sesuai dengan keinginanmu, akhirnya kamu hanya akan stress dan menyalahkan keadaan.

4.Pola Pikir Negatif

Pola pikir seperti ini akan mudah menyebabkan stress karena kamu selalu merasa dunia ini taka da yang bagus dan sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

Berfikir seperti ini secara tidak langsung akan menciptakan hidup yang pesimis dan stress karena kamu tak bisa berpikir positif dalam menyikapi masalah.

Jadi, jangan heran jika ada berbagai penyakit seperti hipertensi yang mendatangimu jika terus memiliki pola pikir yang negative.

5.Pola Pikir Rendah Diri

Pola pikirr seperti ini juga sangat salah karena kamu selalu rendah diri dan mengangap dirimutak lebih baik daripada orang lain.

Padahal, semua orang diciptakan memiliki derajat yang sama. Akhirnya, kamu juga bisa stress karena merasa hidupmu tak se bahagia orang lain. Pola pikir seperti ini merupakan pola pikir toxic yang jelas harus kamu buang jauh-jauh.

Itulah 5 pola pikir yang tak boleh kamu miliki jika tak ingin dihinggapi oleh stress. Ketahui lah bahwa stress bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja.

Jadi, akan lebih baik jika kalian bisa emnjaga pola pikir untuk tetap menjaga pikiran agar tidak stress. Lakukanlah lebih banyak interaksi dengan orang lain agar kalian bisa lebih terbuka dan lebih lega daam menghadapi masalah.

Semoga artikel ini bermanfaat, terutama untuk kalian yang ingin mencari cara untuk menghindari stress. Salam sehat!

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Pola Pikir Komprehensif, Apa Itu?

Komprehensif, salah satu hal yang seringkali menjadi pertanyaan. Arti komprehensif sendiri merupakan segala sesuatu yang sifatnya luas dan lengkap yeng meliputi berbagai aspek atau ruang lingkup yang luas.

Komprehensif sendiri merupakan memiliki wawasan yang luas akan sesuatu dan melihatnya dari berbagai aspek sehingga bisa memahami suatu permasalahn secara menyeluruh dan menyelesaikannya dengan baik.

Menurut KBBI, pengertian komprehensif adalah bersifat mampu menangkap dan menerima dengan baik, luas dan lengkap mengenai ruang lingkup atau isi, dan memiliki serta memperlihatkan wawasan yang luas.

Istilah komprehensif diambil dari bahasa Inggris, yaitu “Comprehensive” yang memiliki arti lengkap, luas, menyeluruhm teliti, dan meliputi banyak hal.

Pada dasarnya istilah ini digunakan untuk menyatakan kondisi dimana sesuatu dapat menjelaskan keterangan secara lengkap dan luas serta memberikan wawasan yang lebih.

Yuk Ketahui Pola Pikir Komprehensif Lebih Dalam

Istilah komprehensif cukup sering digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, misalnya filsafat, akuntansi, kebidanan, dan lain sebagainya.

Komprehensif di beberapa bidang adalah sebagai berikut:

  • Komprehensif di Bidang Filsafat

Merupakan cara berpikir filsafat yang mengkaji segala sesuatu secara menyeluruh sehingga tak ada lagi bagian yang tersisa ataupun berada di luarnya.

  • Komprehensif di Bidang Kebidanan

Merupakan penanganan yang dilakukan secara berkesinambungan kepada bayi dan ibu sejak bayi tersebut dalam kandungan hingga dilahirkan.

  • Komprehensif di Bidang Akuntansi

Merupakan prinsip permbuatan laporan laba rugi dangan tujuan mengukur tingkat keberhasilan kinerja suatu perusahaan dalam periode tertentu.

Pola pikir yang perlu dimiliki oleh manusia adalah pola pikir komprehensif. Pengertian komprehensif sendiri menurut KBBI adalag luas meliputi banyak hal.

Pola pikir komprehensif adalah pola pikir yang terbuka, tak eksklusif (tertutup). Di dalamnya ada sikap menghargai pemikira orang lain dan mampu menampung kepelbagaian.

Pola pikir proaktif, kratif, dan positif  juga menjadi bagian dan pola pikir komprehensif sebagai suatu pola pikir yang utuh dan terbuka.

Jika dilihat hubungan antara 4 pola pikir tersebut diketahui bahwa pola pikir komprehensif terbentuk atas pola pikir proaktif, kreatif, dan positif.

Ketiga pola tersebut berkaitan erat. Positif dan kreatif mampu menciptakan proaktif. Sedangkan pola pikir kreatif mampu menimbulkan pola pikir positif.

Begitu juga sebaliknya, pola pikir positif akan menumbuhkan pola pikir kreatif, karena biasanya orang yang “positive thinking” akan mempunyai kehidupan yang menyenangkan. Keadaan ini dapat merangsang kreativitas seseorang.

Keempat pola pikir tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan seseorang jika dikembangkan.untuk kalian yang suka terlibat dalam sebuah organisasi sangat perlu sikap proaktif untuk menjalankan visi misi organisasi supaya bisa berjalan lancar.

Tanpa mau menjadi proaktif, seorang pemimpin tak akan bisa menjalankan kepemimpinan secara efektif dan efisien.

Sedangkan pola pikir kreatif sangat bermanfaat di bidang seni. Mereka yang suka mencoret-coret tembok di sembarang tempat perlu mengembangkan diri secara benar dan tepat.

Misalnya dengan masuk ke sanggar seni. Bagi mereka yang menyadari kebutuhan dan keberadaan orang lain, mereka perlu membangun sikap positif serta komprehensif.

Tanpa kedua sikap itu, manusia tak akan bisa menjalin relasi dengan sesamanya secara baik. Terlebih lagi, mereka yang memiliki perbedaan latar belakang sosial, suku bangsa, agama, dan perbedaa lainnya.

Itulah informasi lengkap mengenai pola pikir komprehensif yang harus kamu ketahui. Setelah mengetahui hal ini, apakah kalian memiliki pola pikir komprehensif? Atau kalian mau mengembangkannya?

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Aliran Filsafat Yang Mempengaruhi Pola Pikir Kalian

Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu Philos atau Sophia. Philos berarti cinta, senang, suka. Sedangkan Sophia berarti pengetahuan, hikmak, dan kebijaksanaan. Sehingga philosophia berarti cinta pengetahuan.

Seiring berjalannya waktu, filsafat adalah kegiatan berpikir secara lebih mendalam terkait dengan pertanyaan-pertanyaan yang kerap kali muncul dalam kehidupan seperti untuk apa alam semesta diciptakan, apa tanggung jawab manusia terhadap tuhan, dan lain lain.

Filsafat Yang Mempengaruhi Pola Pikir

Filsafat sudah hadir sejak 2000 tahun yang lalu. Namun, dalam waktu selama itu filsafat belum bisa dan tak akan pernah bisa memberikan jawaban yang mutlak.

Filsafat hanya mampu memberikan jawaban yang rasional, sistematis, dan kritis. Filsuf-filsuf yang terkenal akan pemikiran besarnya antara lain Aristoteles, Plato, Jacques Derrida, Immanuel Kant. Dan Thomas Aquinas.

Setiap filsuf memiliki cara pandang yang berbeda. Karena itu filsafat sangat menarik untuk dipelajari.

1.Rasionalisme

Rasionalisme merupakan aliran filsafat yang berpegang teguh pada akal. Itulah sebabnya kaum rasionalis menganggap akal dan penemuan dapat diukur dengan akal juga.

Maksud dari dicari dengan akal adalah dengan menggunakan pemikiran yang logis, sementara maksud dari diukur dengan akal adalah menentukan apakah pertemuan tersebut dapat dikatakan logis atau tidak.

Jika logis dapat dipastikan benar, jika tidak logis maka sebaliknya.

2.Empirisme

Berbeda dengan rasionalisme yang hanya mengandalkan akal untuk menentukan kebenaran, emperisme memerlukan pembuktian secara indrawi untuk menentukannya.

Pembuktian secara indrawi yaitu dapat dilihat, didengar, dan dirasa. Menurut filsafat ini, pengetahuan bisa diperoleh melalui pengalaman dan perantaraan indera.

Kebenaran berdasarkan pengalaman berhasil membawa pengaruh terhadap bidang hukum dan hak asasi manusia.

3.Positivisme

Positivism adalah aliran filsafat yang bersifat factual. Artinya, menjadikan fakta-fakta sebagai dasar kebenaran. Pengetahuan tidak diperbolehkan membelakangi fakta.

Menurut aliran ini, satu-satunya pengetahuan adalah ilmu dan yang data dijadikan objek pengetahuan hanyalah fakta.

Positivism mendapatkan persetujuan untuk berupaya dalam membuat aturan bagi manusia dan alam.

4.Kritisisme

Kritisisme adalah aliran filsafat yang melakukan penyelidikan terhadap rasio beserta batasan-batasannya.

Kritisisme melakukan kritik terhadap rasionalime dan empirisme karena kedua aliran filsafat itu sangat berlawanan.

Untuk menentukan kebenaran, rasionalisme mengandalkan akal, sedangkan empirisme mengandalkan pengalaman.

5.Idealisme

Idealism merupakan aliran filsafat yang percaya bahwa sesuatu yang konkret hanyalah hasil pemikiran manusia.

Kaum idealis menyebutnya sebagai ide atau gagasan. Menurut idealism, ide atau gagasan adalah pengetahuan dan kebenaran tertinggi.

Untuk memahami sesuatu, idealism menggunakan metode dialektik, yaitu metode yang menggunakan dialog, pemikiran, dan perenungan.

6.Naturalisme

Naturalism adalah aliran filsafat dari hasil berlakunya hukum alam fisik. Menurut aliran naturalisme, setiap manusia yang lahir ke bumi membawa tujuan yang baik dan taka da seorang pun yang membawa tujuan buruk.

Layaknya setiap bayi yang terlahir dalam keadaan suci dan tuhan telah menganugerahkan berbagai potensi yang bisa berkembang secara alami kepadanya.

Kaum naturalis menyebut hal itu sebagai kodrat. Untuk mempertahankan kodrat tersebut, maka diperlukan adanya pendidikan.

7.Materialisme

Materialism adalah aliran filsafat yang mengikatkan materi sebagai segalanya. Karena itu, materialism menggunakan metafisika.

Jenis metafisika yang digunakan tentu saja metafisika materialism. Materialism menekankan bahwa faktor-faktir material memiliki keunggulan terhadap spiritual dalam fisiologi, efistemologi, penjelasan histori, dan sebagainya.

Menurut materialism, pikiran (roh, jiwa, dan kesadaran) merupakan materi yang bergerak.

Itulah 7 filsafat yang selama ini memperngaruhi pola pikir kita sebagai manusia.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Apa Ciri Dari Pola Pikir Mental Block?

Jika kita memiliki tekanan terhadap tugas atau pekerjaan hingga tak mampu menyelesaikannya, artinya kita mengalami kondisi yang bernama mental block.

Mental block bisa berupa hal-hal yang ringat sekalipun, seperti kehilangan konsentrasi, muncul keinginan untuk melakukan hal-hal lain, rasa lelah yang membuat kita ingin berhenti sejenak untuk beristirahat, dan apa pun yang membuat kita ingin menunda pekerjaan.

Hal ini termasuk berbagai masalah terkait psikologi, seperti anxiety (rasa khawatir berlebihan) dan depresi.

Jenis Kondisi Yang Merefleksikan Mental Block

Secara tidak langsung, mental block bukan hanya memperlambat pekerjaan namun juga potensi diri untuk berkembang.

Lama kelamaan, hidup akan terasa statis, tidak ada perubahan, dan perkembangan apa pun. Lalu, bagaimana  cara mengetahui bahwa kita sedang mengalami mental block atau tidak?

Ada 4 tipe mental block yang umumnya menimpa seseorang:

1.Tidak Percaya Diri Berlebihan

Rasa tidak percaya diri sudah menjadi masalah yang umum di masyarakat. Sudah banyak artikel-artikel, buku-buku, dan seminar-seminar yang membahas masalah ini.

Secara umum, gangguan percaya diri dimulai dengan rasa takut, seperti takut gagal dan takut membuat kesalahan.

Tidak percaya diri akan berujung pada rasa malu karena menganggap akan dinilai secara buruk dan takut menjadi cibiran orang lain.

Akhirnya, seseorang tidak berani memulai sesuatu yang baru. Kita pun jadi meragukan kemampuan diri sendiri dan akhirnya muncul perasaan yang keliru bahwa “saya tidak akan bisa” bahkan sebelum mencoba melakukannya.

2.Sulit Menentukan Skala Prioritas

Tidak menentukan hal yang prioritas adalah salah satu penghambat dalam proses pengembangan diri.

Hal ini dapat terlihat dari cara kita mengorbankan lebih banyak waktu untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting dan menelantarkan tugas atau kepentingan utama dalam hidup.

3.Kerap Membandingkan Kualitas Diri Sendiri Dengan Orang Lain

Kesuksesan orang lain bukanlah sebuah ancaman bagi kita. Nyatanya, jika orang lain bisa melakukan sesuatu yang lebih baik, bukan berarti kita sendiri tidak mampu atau tidak berharga.

Berhentilah melihat orang lain dan focus kepada diri sendiri. Jika orang lain bisa sukses, maka artinya semua orang, termasuk kita bisa meraih tingkat kesuksesan yang sama dan bahkan lebih baik lagi.

Alasannya sudah jelas, kita sama-sama manusia. Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain. Dalam praktiknya, kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain tidak akan berhenti pada satu momen.

Pada kelanjutannya, kita tentu akan menemukan orang lain yang lebih hebat lagi sehngga membuat kita makin rendah diri. Keadaan semacam ini berpotensi semakin menghambat pengembangan dalam diri.

4.Merasa Diri Bisa Melakukan Segala Hal

Ada beberapa orang yang berpikir “saya bisa melakukan segalanya. Saya pasti bisa jika berusaha keras.”

Memang benar bahwa kita bisa mencapai sesuatu sesuai keinginan kita, namun jika terlalu banyak hal yang dilakukan, maka pada akhirnya kita tidak akan bisa menjadi ahli dalam suatu hal.

Terlalu tinggi menilai kemampuan diri sendiri bisa menjadi boomerang yang merugikan.

Penyebab Utama Mental Block

Lalu, apa saja penyebab utama dari semua ini?

1.Pengalaman Pribadi

Mengalami kegagalan berisiko membuat kita menganggap diri ditakdirkan selalu gagal walaupun berjuang sekeras apapun.

Pada akhirnya, pikiran ini membuat kita kehilangan percaya diri. Sikap mental seperti ini jika dibiasakan dari kecil bisa menjadi sebuah mental block bagi kita.

2.Penilaian Orang Tua, Guru, Teman

Sejak kecil kita sering menghadapi berbagai konsep penilaian, baik dan buruk. Penilaian ini diberikan oleh orang tua, guru, dan teman-teman.

Mereka adalah pemeran utama yang memberikan penilaian itu kepada kita. Pada akhirnya dari penilaian itu terbentuk citra diri kita.

Itulah penjelasan lengkap mengenai mental block. Semoga artikel ini bermanfaat.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Apa Itu Inisiatif?

Inisiatif sangat penting dalam dunia pekerjaan. Organisasi ingin para pekerjanya bisa berpikir sendiri dan bisa mengambil aksi tanpa menunggu di perintahkan dulu.

Yuk Kembangkan Inisiatif Dalam Diri

Inisiatif adalah kemampuan untu memutuskan serta melakukan sesuatu dengan benar tanpa diberi tahu, mampu menemukan apa yang seharusnya dikerjakan terhadap sasuatu yang ada di sekitar, berusaha untuk terus bergerak untuk melakukan beberapa hal walau keadaan terasa semakin sulit.

Saat seorang inisiatior menemukan kesempatan dalam kesulitannya, kesempatan itu segera diambil dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memecahkan hal-hal yang sedang ia pecahkan.

Bahkan dengan inisiatif yang tinggi seseorang mampu menemukan permasalahan dan kesulitan yang tersirat dan mampu juga memutuskan solusi lalu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Berani berinisiatif sama dengan sikap proaktif, lawan dari proaktif adalah reaktif. Inisiatif merupakan sikap proaktif terhadap hal-hal yang berada di sekitar, untuk mengambil inisiatif kita harus mendahulukan aksi dibandingkan reaksi.

Kita harus melakukan suatu hal tanpa perlu diperintah terlebih dahulu. Dengan menjadi aktif dalam hidup, kita akan merasa lebih baik, rasa percaya diri kita akan naik, kita juga akan merasa bahwa diri kita berharga.

Berani mengambil inisiatif akan membantu kita terbebas dari rasa gelisah, khawatir, dan cemas. Semakin intens kita memasrahkan apa yang terjadi untuk terjadi saja, maka semakin besar kesempatan kita untuk khawatir, gelisah, dan cemas.

Sebaliknya, jika kita semakin intens dalam menyelesaikan hal-hal yang ada di sekitar kita dengan berani mengambil inisiatif, maka semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan kita.

Banyak orang yang memandang bahwa inisiatif merupakan suattu hal yang abstrak. Bagi sebagian orang berinisiatif bagaikan memikirkan hal gaib yang sulit untuk divisualisasikan.

Contoh sederhananya, ketika seorang pemateri dalam diskusi lupa untuk membawa materi yang akan dipresentasikannya, atau tiba-tiba laptopnya rusak.

Jika pemateri itu minim inisiatif, ia hanya akan duduk kebingungan menunggu hal yang tidak pasti. Namun jika ia punya inisiatif ia akan memutuskan sesuatu yang membuat permasalahan ini terselesaikan.

Misalnya solusinya adalah menggunakan white board atau media lainnya, membangun kembali kerangka yang akan ia jelaskan dengan sekedar menuliskan key point nya, menguraikan materi secara jelas dan runtut.

Jika ia mampu memaparkan materi presentasi dengan mengagumkan juga dimengerti oleh peserta walaupun tanpa bantuan teknologi, ia justru akan mendapat nilai tambah.

Karena sebenarnya esensi dari sebuah presentasi adalah bagaimana seorang pemateri mampu memaparkan materi yang akan disampaikan, bukan teknologi yang akan digunakan untuk presentasi.

Dari contoh tersebut, kita bisa membedakan apa itu inisiatif. Inisiatif merupakan sesuatu yang realistis bagi orang yang memiliki skill berinisiatif dan merupakan sesuatu yang abstrak bagi orang yang minim inisiatif.

selain ada orang yang menganggap bahwa inisiatif adalah abstrak, ada juga orang yang tidak berani mengambil inisiatif, padahal sebenarnya ia mampu berinisiatif.

Mungkin penyebabnya karena takut salah, takut dicemooh oleh orang, takut dikritik, malas, atau ragu dengan inisiatifnya sendiri.

Jika kalian takut untuk berinisiatif, ingatlah bahwa sebenarnya yang perlu untuk ditakuti adalah tindak berani mencoba.

Individu yang melakukan hal besar biasanya diawali dengan inisiatif dan berani mencoba. Banyak para penemu yang dalam perjalanannya harus gagal berkali-kali namun tetap mencoba hingga sukses dalam usahanya.

Maka, lawanlah rasa takut untuk berinisiatif. Jangan mengharapkan seluruh dunia ini suka dengan anda, dalam hidup selalu ada pro dan kontra, karena dari setiap kepala, terdapat otak yang berbeda.

Ditulis pada Inisiatif | Tinggalkan komentar

Pola Pikir Orang Jerman Yang Harus Kita Tiru

Tinggal di Jerman atau di belahan bumi manapun yang budaya serta adat istiadatnya bertolak belakang, pasti menyulitkan kita untuk beradaptasi.

Se easy going apapun kita, jika sudah ditempatkan di lingkungan yang kebanyakan orangnya tidak easy going, kita lama-lama terpengaruh juga, begitupun sebaliknya.

Hal ini dikarenakan salah satu sifat manusia adalah cenderung beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya agar mereka bisa bertahan hidup, kalau tidak bisa, mereka punya pilihan, tersingkir dari komunitas, pindah dari komunitas dan mencari komunitas yang cocok, kalau ia orang yang berpengaruh, ia bisa merubah komunitas yang telah terbentuk.

Pola Pikir Orang Jerman Yang Patut Kita Contoh

Namun, ada banyak hal yang berubah jika kalian sudah pernah tinggal di Jerman. Dari segi kebiasaan, pola pikir, pandangan hidup, dan sebagainya.

Dari banyak hal itu, dibawah ini ada beberapa pola pikir orang Jerman yang sangat berbeda dengan kita.

1.Manajemen Waktu

Orang Jerman sangat akurat dengan ketepatan waktunya. Merea sangat menghargai waktu. Bagi mereka, waktu adalah uang. Waktu untuk mereka sendiri, maupun waktu untuk orang lain.

Beda dengan orang Indonesia yang biasa bergaul dengan orang Jerman, tinggal, atau bekerja dengan orang Jerman, bisa dipastikan ketepatan waktunya nihil.

Masalah spontanitas, orang Jerman merupakan orang yang paling susah untuk di ajak dadakan. Semua harus serba tepatm terorganisir, dan tidak bisa mendadak.

2.Peduli Sampah

Di Jerman, banyak sekali warga pendatang yang juga usil membuang sampah sembarangan. Namun, kalau orang Jerman asli, kalian sudah pasti diteriakki.

Di Jerman, jangankan di taman, jalan, di manapun tiap 10 meter kalian pasti bisa menemukan tempat sampah.

Di kereta api, di setiap tempat duduknya pasti ada kotak sampah sehingga memudahkan orang untuk membuang sampah.

Iklan-iklan layanan masyarakat pun digencarkan agar menggerakkan hati masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

3.Cinta Lingkungan Hidup

Kepedulian terhadap sampah dan lingkungan hidup juga menjadi dampak bagi orang Indonesia yang tinggal di Jerman.

Orang Jerman gencar sekali menggalakkan kampanye untuk melindungi hutan dan hewan-hewan di dalamnya. Termasuk hutan di Kalimantan dan Sumatera.

Penataan kota di Jerman juga tak luput dari keseimbangan estetika dan alam, sehingga walaupun kota se metropolitan Minchen menjadi kota terbesar nomor 3 di Jerman, banyak dibangun gedung-gedung modern, namun keseimbangan alam itu masih tetap terjaga dengan eksisnya 375 hektar taman yang terletak di tengah koya dan merupakan taman raya terbesar di Eropa.

4.Menjaga Prvasi Orang Lain

Orang Jerman terdirik sejak dini untuk menjaga provasi dan milik orang lain. Bahkan, seorang kakak atau adik yang masih belia, jika mereka ingin sendiri atau tidak mau bermain dengan saudara lainnya, mereka akan dihargai privasinya tanpa di cap jelek atau dibicarakan dibekalang apalagi dijauhi.

Orang Jerman sadar betul bahwa masing-masing individu punya hak atas dirinya sendiri.

5.Logis

Orang Jerman selalu berpikir kritis dan logis. Karena itu, banyak orang yang tinggal di Jerman jadi ikut terpengaruh oleh cara pikir mereka yang satu ini.

Mereka jadi mengait-ngaitkan sesuatu atau berita dari tingkat kelogisannya. Jika di Indonesia, kita biasa mendapat berita hoax dan ditelan mentah-mentah lalu percaya begitu saja, tidak demikian dengan Jerman.

Itulah beberapa perbedaan pola pikir masyarakat Jerman dan Indonesia yang bisa kita tiru agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar