Apa Itu Inisiatif?

Inisiatif sangat penting dalam dunia pekerjaan. Organisasi ingin para pekerjanya bisa berpikir sendiri dan bisa mengambil aksi tanpa menunggu di perintahkan dulu.

Yuk Kembangkan Inisiatif Dalam Diri

Inisiatif adalah kemampuan untu memutuskan serta melakukan sesuatu dengan benar tanpa diberi tahu, mampu menemukan apa yang seharusnya dikerjakan terhadap sasuatu yang ada di sekitar, berusaha untuk terus bergerak untuk melakukan beberapa hal walau keadaan terasa semakin sulit.

Saat seorang inisiatior menemukan kesempatan dalam kesulitannya, kesempatan itu segera diambil dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memecahkan hal-hal yang sedang ia pecahkan.

Bahkan dengan inisiatif yang tinggi seseorang mampu menemukan permasalahan dan kesulitan yang tersirat dan mampu juga memutuskan solusi lalu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Berani berinisiatif sama dengan sikap proaktif, lawan dari proaktif adalah reaktif. Inisiatif merupakan sikap proaktif terhadap hal-hal yang berada di sekitar, untuk mengambil inisiatif kita harus mendahulukan aksi dibandingkan reaksi.

Kita harus melakukan suatu hal tanpa perlu diperintah terlebih dahulu. Dengan menjadi aktif dalam hidup, kita akan merasa lebih baik, rasa percaya diri kita akan naik, kita juga akan merasa bahwa diri kita berharga.

Berani mengambil inisiatif akan membantu kita terbebas dari rasa gelisah, khawatir, dan cemas. Semakin intens kita memasrahkan apa yang terjadi untuk terjadi saja, maka semakin besar kesempatan kita untuk khawatir, gelisah, dan cemas.

Sebaliknya, jika kita semakin intens dalam menyelesaikan hal-hal yang ada di sekitar kita dengan berani mengambil inisiatif, maka semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan kita.

Banyak orang yang memandang bahwa inisiatif merupakan suattu hal yang abstrak. Bagi sebagian orang berinisiatif bagaikan memikirkan hal gaib yang sulit untuk divisualisasikan.

Contoh sederhananya, ketika seorang pemateri dalam diskusi lupa untuk membawa materi yang akan dipresentasikannya, atau tiba-tiba laptopnya rusak.

Jika pemateri itu minim inisiatif, ia hanya akan duduk kebingungan menunggu hal yang tidak pasti. Namun jika ia punya inisiatif ia akan memutuskan sesuatu yang membuat permasalahan ini terselesaikan.

Misalnya solusinya adalah menggunakan white board atau media lainnya, membangun kembali kerangka yang akan ia jelaskan dengan sekedar menuliskan key point nya, menguraikan materi secara jelas dan runtut.

Jika ia mampu memaparkan materi presentasi dengan mengagumkan juga dimengerti oleh peserta walaupun tanpa bantuan teknologi, ia justru akan mendapat nilai tambah.

Karena sebenarnya esensi dari sebuah presentasi adalah bagaimana seorang pemateri mampu memaparkan materi yang akan disampaikan, bukan teknologi yang akan digunakan untuk presentasi.

Dari contoh tersebut, kita bisa membedakan apa itu inisiatif. Inisiatif merupakan sesuatu yang realistis bagi orang yang memiliki skill berinisiatif dan merupakan sesuatu yang abstrak bagi orang yang minim inisiatif.

selain ada orang yang menganggap bahwa inisiatif adalah abstrak, ada juga orang yang tidak berani mengambil inisiatif, padahal sebenarnya ia mampu berinisiatif.

Mungkin penyebabnya karena takut salah, takut dicemooh oleh orang, takut dikritik, malas, atau ragu dengan inisiatifnya sendiri.

Jika kalian takut untuk berinisiatif, ingatlah bahwa sebenarnya yang perlu untuk ditakuti adalah tindak berani mencoba.

Individu yang melakukan hal besar biasanya diawali dengan inisiatif dan berani mencoba. Banyak para penemu yang dalam perjalanannya harus gagal berkali-kali namun tetap mencoba hingga sukses dalam usahanya.

Maka, lawanlah rasa takut untuk berinisiatif. Jangan mengharapkan seluruh dunia ini suka dengan anda, dalam hidup selalu ada pro dan kontra, karena dari setiap kepala, terdapat otak yang berbeda.

Ditulis pada Inisiatif | Tinggalkan komentar

Pola Pikir Orang Jerman Yang Harus Kita Tiru

Tinggal di Jerman atau di belahan bumi manapun yang budaya serta adat istiadatnya bertolak belakang, pasti menyulitkan kita untuk beradaptasi.

Se easy going apapun kita, jika sudah ditempatkan di lingkungan yang kebanyakan orangnya tidak easy going, kita lama-lama terpengaruh juga, begitupun sebaliknya.

Hal ini dikarenakan salah satu sifat manusia adalah cenderung beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya agar mereka bisa bertahan hidup, kalau tidak bisa, mereka punya pilihan, tersingkir dari komunitas, pindah dari komunitas dan mencari komunitas yang cocok, kalau ia orang yang berpengaruh, ia bisa merubah komunitas yang telah terbentuk.

Pola Pikir Orang Jerman Yang Patut Kita Contoh

Namun, ada banyak hal yang berubah jika kalian sudah pernah tinggal di Jerman. Dari segi kebiasaan, pola pikir, pandangan hidup, dan sebagainya.

Dari banyak hal itu, dibawah ini ada beberapa pola pikir orang Jerman yang sangat berbeda dengan kita.

1.Manajemen Waktu

Orang Jerman sangat akurat dengan ketepatan waktunya. Merea sangat menghargai waktu. Bagi mereka, waktu adalah uang. Waktu untuk mereka sendiri, maupun waktu untuk orang lain.

Beda dengan orang Indonesia yang biasa bergaul dengan orang Jerman, tinggal, atau bekerja dengan orang Jerman, bisa dipastikan ketepatan waktunya nihil.

Masalah spontanitas, orang Jerman merupakan orang yang paling susah untuk di ajak dadakan. Semua harus serba tepatm terorganisir, dan tidak bisa mendadak.

2.Peduli Sampah

Di Jerman, banyak sekali warga pendatang yang juga usil membuang sampah sembarangan. Namun, kalau orang Jerman asli, kalian sudah pasti diteriakki.

Di Jerman, jangankan di taman, jalan, di manapun tiap 10 meter kalian pasti bisa menemukan tempat sampah.

Di kereta api, di setiap tempat duduknya pasti ada kotak sampah sehingga memudahkan orang untuk membuang sampah.

Iklan-iklan layanan masyarakat pun digencarkan agar menggerakkan hati masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

3.Cinta Lingkungan Hidup

Kepedulian terhadap sampah dan lingkungan hidup juga menjadi dampak bagi orang Indonesia yang tinggal di Jerman.

Orang Jerman gencar sekali menggalakkan kampanye untuk melindungi hutan dan hewan-hewan di dalamnya. Termasuk hutan di Kalimantan dan Sumatera.

Penataan kota di Jerman juga tak luput dari keseimbangan estetika dan alam, sehingga walaupun kota se metropolitan Minchen menjadi kota terbesar nomor 3 di Jerman, banyak dibangun gedung-gedung modern, namun keseimbangan alam itu masih tetap terjaga dengan eksisnya 375 hektar taman yang terletak di tengah koya dan merupakan taman raya terbesar di Eropa.

4.Menjaga Prvasi Orang Lain

Orang Jerman terdirik sejak dini untuk menjaga provasi dan milik orang lain. Bahkan, seorang kakak atau adik yang masih belia, jika mereka ingin sendiri atau tidak mau bermain dengan saudara lainnya, mereka akan dihargai privasinya tanpa di cap jelek atau dibicarakan dibekalang apalagi dijauhi.

Orang Jerman sadar betul bahwa masing-masing individu punya hak atas dirinya sendiri.

5.Logis

Orang Jerman selalu berpikir kritis dan logis. Karena itu, banyak orang yang tinggal di Jerman jadi ikut terpengaruh oleh cara pikir mereka yang satu ini.

Mereka jadi mengait-ngaitkan sesuatu atau berita dari tingkat kelogisannya. Jika di Indonesia, kita biasa mendapat berita hoax dan ditelan mentah-mentah lalu percaya begitu saja, tidak demikian dengan Jerman.

Itulah beberapa perbedaan pola pikir masyarakat Jerman dan Indonesia yang bisa kita tiru agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Mental Gratisan: Minta Mulu Gak Pernah Memberi

 “Eh, kemaren lo abis ultah ya? Traktiran dooong!” “Mana nih pajak jadiannya? Ga kasih PJ (pajak jadian) nanti ga langgeng, lho!” Coba ngaku siapa yang pernah ngeliat kejadian kaya gitu? Atau kalian sendiri yang ngalami?

Generasi zaman sekarang memang sangat memprihatinkan. Masih muda tapi apa-apa sudah di “pajak”-in. seakan-akan kita butuh banget dikash barang gratis.

Memang sih, siapa sih yang gak suka gratisan? Gak perlu keluar effort, yang diinginkan udah tersedia. Tinggal minta aja, mau pake cara “kode minta dikasih”, atau cara “frontal” dengan agak-agak maksa. Yang penting gratis!

Beda cerita kalau kalian memang pure diberi dan orang yang memberi memang tulus memberi sesuatu ke kita.

Mental Gratisan Kok Dipelihara?

Mental ingin diberi dan bukan memberi memang sudah jadi booming di masyarakat kita. Tua, muda, sama saja.

Padahal logikanya, orang yang memberi, artinya punya sesuatu “lebih” yang bisa dibagikan dan bermanfaat bagi orang lain. Sedangkan orang yang diberi, akan merasakan senangnya diberi.

Kemudian perasaan nagih “mau dong diberi lagi” akan selalu muncul di kemudian hari. Bahasa umumnya adalah berharap atau ngarep. Parahnya, si pelaku ingin diberi dan bukan memberi ini biasanya ga sadar sama pola pikirnya yang salah!

Kenapa pola pikir seperti ini banyak dialami oleh masyarakat kita? Jawabannya ada pada habitat atau kebiasaan. “Kenapa harus bayar kalau ada yang gratis?” ini seakan-akan udah jadi budaya.

Pikiran yang dangkal, suka ngarep, dan mental gratisan ini bakal jadi penghambat kalian buat nyelesein masalah.

Kalian tidak akan bisa memberi solusi karena pengennya ngeluarin effort sedikit mungkin, kalau perlu malah gak usah ngeluarin effort sama sekali.

Otak rasanya gak bisa berpikir kritis dan endingnya malah gampang nyerah. Jika pola pikir ini sering ditanamkan di otak, bisa bahaya. Apalagi jika sudah menjadi kebiasaan, jangan harap bisa menjadi orang yang berhasil deh.

Embel-embel temen biasanya menjadi jurus paling sakti untuk mendapat gratisan. Entah jasa, barang, atau hal lain yang tak berwujud. Yang menjadi isu di sini adalah sengaja pelihara mental gratisan.

Ketemu teman langsung ditodong minta traktiran. Bersua sama teman yang buka kedai kopi buru-buru minta voucher biar bisa minum kopi gratis.

Sadarkah kalian jika memelihara mental seperti ini dengan sendirinya akan menghancurkan apresiasi atas pencapaian orang lain? Kemudian, akan membawa karma bagi diri sendiri di hari esok.

Peraya deh, mentalitas serba minta gratisan itu gak akan membuat hidup lebih barokah. Jelas gak barokah karena selalu nuntut gratisan. Begitu disuruh bayar pasti langsung negative reaksinya.

Buntunya, punya mental gratisan bisa merusak alam bawah sadar. Karena dorongan alam bawah sadar it mempengaruhi tindakan “menghancurkan” rasa penghargaan kepada karya atau usaha orang lain.

Padahal, semua itu dibuat dengan susah payah plus pengorbanan. Coba ditelaah dulu perjuangan panjang yang telah dilewati seorang kawan dalam merintis bisnis.

Pasti semua itu gak terpikirkan karena adanya mental gratisan. Hargailah usahanya. Jika emang lagi bokek, lebih baik tahan diri untuk tak meminta.

Di saat bersamaan, mulailah latih alam bawah sadar dengan pandangan yang baru. Pasang mantra baru berbunyi “Saya hidup berkelimpahan dan saya sanggup bayar!” Pola pikir ini tak sekedar mengusir mental gratisan tapi juga membantu kelangsungan bisnis mereka.

Bagaimana jika diberi? Beda cerita. Ketika ia memberi sesuatu pasti ada motif di belakangnya. Macam-macam motifnya. Entah karena kita dianggap istimewa, atau memang ingin berbagi. Terimalah pemberiannya karena itu membuat mereka senang.

 Jadi, gimana pola pikir kalian?

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Pola Pikir Orang Barat Yang Bisa Kita Tiru

Pada kenyataannya, memang dunia barat jauh lebih maju dibanding kita di bagian Timur, khususnya Indonesia. Dari segi infrastruktur dan sumber daya manusianya, mereka memang jauh lebih unggul.

Apalagi jika  soal kualitas hidup masyarakatnya. Sampai sekarang mereka lebih maju dari kita yang menandakan bahwa sumber daya manusia (SDM) yang mereka miliki memang mumpuni dan memiliki jiwa profesionalisme kerja dengan kualitas kerja di atas rata-rata.

Berikut ini merupakan beberapa pola pikir orang barat yang sepatutnya bisa kalian tiru.

Pola Pikir Orang Barat Yang Jauh Berbeda Dengan Timur

Pernah gak sih kalian bingung saat melihat tingkah wisatawan asing yang datang ke Indonesia apalagi para bule yang suka jalan sendirian.

Masalah ini mungkin mengherankan bagi kita, namun tidak dengan mereka. Justru itu merupakan hal yang biasa pada diri mereka. Masalahnya hanya terletak pada perbedaan pola pikir antara kita dengan orang Barat tersebut.

1.Tepat Waktu

Kebiasaan ini sudah menjadi rahasia umum. Dengan kemajuan yang ada di negara mereka, tak heran jika setiap masyarakatnya dituntut untuk memiliki manajemen waktu yang baik.

Dengan menandakan waktu adalah hal yang berharga, mereka pun memiliki semboyan “Time is Money”

2.Kebiasaan Tidak Buang Sampah Sembarangan

Kita bisa melihat dari wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Kebiasaan atau peraturan di negara mereka tentang larangan membuang sampah sembarangan sudah menjadi sebuah kebiasaan.

Sehingga, saat mengunjungi negara kita ini, mereka bisa tetap membawa kebiasaan tersebut.

3.Mampu Bersikap Mandiri

Orang Barat punya sikap mandiri yang tidak main-main. Banyak dari mereka yang masih sekolah atau kuliah namun bisa mengambil kerja paruh waktu atau part time.

Ketika usianya 20an mereka juga sudah mandiri dan bekerja hanya untuk biaya sekolah atau kuliah dan tempat tinggal.

Banyak dari mereka di usia ke 20 tahunan sudah memilih untuk hidup sendiri dan tak lagi bergantung pada orang tua mereka.

4.Kebiasaan Antre

Orang Barat sangat teratur jika dibandingkan dengan kita. Taat pada aturan masih sulit untuk kita lakukan. Apalagi soal antre. Sudah diberikan peringatan besar-besar saja masih tidak bisa membaca.

5.Terus Terang

Pola pikir satu ini juga cukup menarik. Mereka orang Barat memang tidak suka bertele-tele. Mereka lebih memilih untuk berterus terang atas apa yang mereka pikirkan dan rasakan.

6.Membaca

Salah satu yang membuat orangt Barat punya wawasan serta pemikiran luas dan terbuka adalah karena mereka memiliki kebiasaan membaca.

Ini juga menandakan bahwa mereka adalah orang-orang yang selalu mau belajar. Saat di kereta atu di tempat manapun mereka akan menggunakan waktu luang yang dimiliki untuk diisi dengan membaca.

Hal ini juga yang membuat mereka memiliki pemikiran-pemikiran yang kritis dan pintar.

7.Disiplin

Berusaha tepat waktu dan mengambil kerja paruh waktu merupakan salah satu cara mereka melatih diri.

Kehidupan mereka menuntut untuk disiplin dalam banyak hal, apalagi dalam pekerjaan dan pendidikan.

Mereka juga memiliki sikap yang serius dan terlihat tegas. Tak heran kalau banyak ilmuan hebat yang berasal dari negara mereka terkenal.

Karena disiplin lah kuncinya. Apalagi banyak dari mereka yang masih muda datang ke Indonesia untuk penelitian sampai berbulan-bulan hanya seorang diri.

8.Pantang Menyerah

Orang Barat sangat suka menantang diri mereka. Jadi, jangan heran jika banyak dari mereka yang punya hobi travelling apalagi pergi seorang diri saat masih muda.

Mereka juga terlatih untuk hidup di bawah tekanan. Persaingan du dunia kerja dan pendidikan membuat mereka terbiasa dengan kondisi dan situasi yang sulit.

Itulah beberapa sikap dan pola pikir orang barat yang sepatutnya kita tiru.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Cara Meningkatkan Inisiatif Di Kantor

Secara tak sadar, inisiatif mungkin telah menggerakkan dunia. Ada banyak sekali ide baru yang muncul dan itu berasal dari inisiatif kecil.

Inisiatif merupakan hal yang wajb dilakukan setiap pekerja, baik dari pihak atasan maupun para staf yang bekerja.

Cara Meningkatkan Inisiatif

Tingkat inisiatif akan berbanding lurus dengan prestasi yang akan diraih, baik secara individual maupun tim.

Namun, pernahkan kalian bertanya-tanya bagaimana cara untuk menumbuhkan inisiatif di dalam diri sendiri?

Untuk kalian yang merupakan karyawan, berikut ini merupakan beberapa cara untuk meningkatkan naluri atau inisiatif di dalam diri kalian.

1.Tidak Berhenti Mencari

Jika kalian sudah menemukan hal yang membuat kalian nyaman, jangan pernah berfikir untuk berhenti mencari lagi.

Mungkin, ada jalan lain yang lebih mudah yang bisa mempermudah jalanmu dalam mengerjakan tugasmu.

Selalu berani lah dalam mengambil resiko terhadap apa yang akan kalian jalani. Untuk itu, cobalah untuk berpikir lebih kreatif untuk menemukan solusi yang lebih kreatif juga.

2.Berpikir Sebagai Anggota Tim, Bukan Pegawai

Sebagai anggita dari sebuah tim, kalian memiliki banyak partner dalam mengerjakan tugas kalian. Janga selalu berpikiran bahwa kalian yang harus mengerjakan semuanya sendiri.

Jadilah bagian dari kelompok dan berdayakan teman-temanmu dalam bekerja. Berpikir dengan pola piir perusahaan akan membawa kemakmuran kepada perusahaan itu.

Jika kalia telah menerapkan mindset seperti itu, maka kalian akan lebih peduli terhadap perusahaan kalian.

3.Aktif Dalam Memberikan Bantuan Atau Menawarkan Bantuan Terhadap Yang Lain

Jika kamu memiliki ide namun ragu untuk menyampaikannya, seyelah ini kalian bisa mengeluarkan semua argument kalian yang terkait dengan pekerjaan yang busa membantu mempermudah teman se tim maupun atasanmu.

Jangan pernah ragu untuk menawarkan bantuan, jangan takut teman atau atasanmu akan menolaknya, setidaknya, kalian sudah menawarkannya

4.Observasi Lebih Jauh

Menjadi lebih observant berarti lebih memperhatikan apa yang sekelilingmu lakukan. Dalam hal ini adalah bagaimana teman sejawat kalian melakukan pekerjaannya.

Namun, lebih baik jika kalian tidak mengganggu pekerjaan mereka. Cukup analisa semua hal yang terhadi dalam setiap situasi.

Tidak semua hal harus kita pertanyakan. Memang baik jika banyak bertanya, namun lama kelamaan akan terasa terganggu juga jika kalian banyak bertanya.

5.Selalu Siap Untuk Melakukan Hal Lain Diluar Pekerjaanmu

Selalu pelajari hal baru dan perbaiki skill yang telah kalian kuasai karena kita terlahir untuk menguji diri kita sendiri.

Dengan variasi skill yang kamu miliki, atasan akan memberikan kepercayaan lebih untuk kamu bisa mengerjakan tugas-tugas yang tidak biasa kamu kerjakan.

Tetapkan standar yang tinggi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Dengan meningkatkan daya inisiatif kalian di lingkungan kerjamu, atasan pasti akan lebih memberi perhatia kepada kalian.

Bukan tidak mungkin jika kalian dipercaya memegang pekerjaan yang lebih penting, tetap asah daya inisiatif mu agar bisa lebih baik lagi kedepannya.

Selain itu, tetaplah semangat dalam menjalani pekerjaan yang kalian tekuni. Hal ini juga sangat bermanfaat.

Selain membawa energy positif ke dalam diri kalian, kalian juga bisa membawa energy tersebut ke orang-orang di sekitar kalian atau di kantor kalian.

Hal ini juga akan membuat atasan kalian melihat kalian sebagai pribadi yang baik serta tidak pernah mengeluh.

Dengan begitu, kalian akan lebih mudah naik jabatan atau lebih mudah naik gaji. Semoga artikel ini bermanfaat.

Ditulis pada Inisiatif | Tinggalkan komentar

Cara Cepat Mengubah Pola Pikir Negatif

Seseorang yang memiliki pola pikir berkembang kerap mengambil kesempatan dan belajar dari kesalahan yang mereka perbuat.

Mereka juga meyakinib bahw kecerdasan bisa dikembangkan dan mereka bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk meraih target-target yang telah mereka tentukan dalam hidup.

Kegagalan tentu saja merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun, dari hal tersebut orang-orang yang memiliki pola pikir berkembang justru akan merasa mereka telah mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang baru dan bermanfaat.

Cara Mengubah Pola Pikir Negatif Menjadi Positif

Dibawah ini merupakan beberapa cara agar kita bisa memiliki pola pikir yang semakin berkembang dan bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai investasi waktu kalian yang berharga.

1.Pelajari Hal Baru Setiap Hari

Hal ini tidak perlu sejalan dengan apa yang telah kalian pelajari selama ini. Apakah kalian sedang kuliah di jurusan kedokteran namun ingin bisa bermain music? Tak ada salahnya belajar.

Mulailah mempelajarnya sekarang di waktu yang senggang. Baca buku atau tonton panduan-panduan bermain music di Youtube.

Atau mungkin kalian ingin hal-hal yang lebih sederhana dan praktis serta berguna untukbkehidupan sehari-hari, kalian bisa mencari tahu soal makanan apa saja yang bisa menyokong gaya hidup sehat, baca tips mengenai keuangan, kebiasaan yang bisa meningkatkan kualitas hidup kalian, cara membuat barang, dan lain-lain.

Manusia merupakan life-long learner, sehingga sudah merupakan kodrat kita untuk terus belajar dan berkembang sepanjang hayat.

2.Miliki Sifat Petualang Saat Menyerap Hal-Hal Baru

Mengapa harus membatasi diri dalam pengalaman belajar? Jika memang hal tersebut tidak diajarkan dalam sekolah atau tidak ada orang terdekat kalian yang tertarik dengan hal tersebut, bukan berarti kalian harus mengurungkan niat mempelajari hal menarik bagi kalian.

Ada banyak sekali cara alternative untuk mempelajari hal-hal baru. Kalian bisa membaca buku dengan memnjamnya dari perpustakaan bila enggan mengeluarkan uang.

Kalian juga bisa mencari tutorial tentang cara bermain music atau membuat rak buku sederhana di internet.

Ikuti kelas-kelas online dan cari audiobook yang banyak tersedia di internet jika kalian ingin mempelajari bahasa Spanyol.

Kalian juga bisa mengikuti kursus serupa jika memang ingin belajar langsung dari para ahlinya dan ingin mendapatkan saran atau timbal balik saat ingin mengembangkan kemampuan.

Tak ada batasan pasti menenai apa yang bisa atau tidak bisa kalian dapatkan secara instan saat ini, semua hal itu bergantung pada kemauan dan keseriusan anda untuk mengembangkan diri.

3.Bertemanlah Dengan Orang-orang Yang Memiliki Pola Pikir Maju

Kalian pasti pernah mendengar ucapan “Anda adalah refleksi dari lima orang terdekat anda”. Kalian mungkin menyadari bahwa orang-orang yang dekat dengan kalian dapat mempengaruhi mood, perilaku, pemahaman, hingga yang kalian anggap sebagai kekuatan maupun kelemahan kalian.

Orang-orang dengan pola pikir berkembang mudah sekali untuk dikenali. Mereka optimis dan memiliki perilaku positif.

Mereka juga bekerja keras untuk bisa mencapai hasil terbaik. Sedangkan orang-orang dengan pola pikir tertutup cenderung berperilaku negative, yaitu kerap mengkritik dan menunjukkan kesalahan maupun kekurangan orang lain.

Mereka juga lebih sering menghabiskan waktu untuk membahas orang lain daripada memperbaiki diri mereka sendiri.

4.Ubah Definisi Sukses

Daripada berfikir bahwa kesuksesan adalah “menjadi yang terbaiki”, mulailah berpikir bahwa kesuksesan merupakan “melakukan yang terbaik”.

Dengan begitu, kalian akan mengubah focus kalian yang selama ini tinggal di zona nyaman dengan meningkatkan cara kalian bekerja.

Mungkin akan terasa lebih efisien atau lebih mampu mengatur perkembangan persolan kalian.

Itulah beberapa cara untuk mengubah pola pikir negative menjadi lebih positif. Semoga artikel ini bermanfaat.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Pola Pikir Joker Yang Bisa Kita Jadikan Pelajaran

Tahun kemarin, dunia di gemparkan dengan keluarnya film Joker terbaru. Musuh abadi dari Batman ini bisa memiliki film nya sendiri.

Euphoria masyarakat menyambut film ini sendiri tentunya sangat luar biasa. Jika berbicara seorang Joker pastinya karakter gila, psikopat hingga kejam sudah tertanam di dalam benak setiap orang.

7 Pola Pikir Baik Dari Joker

Namun sadarkah kalian bahwa dari betapa jahatnya seorang Joker ternyata ada pesan positif dibaliknya. Berikut merupakan pesan positif dari film Joker.

1.Cara berpikir serta perencanaan

Walaupun Joker identik dengan kekejaman, psikopat, dan kriminal, ternyata dari hal tersebut bisa kita pisahkan antara kejahatan dan pesan moral yang dapat diambil dari karakter Joker.

Salah satunya adalah cara berpikir seorang Joker yang cerdas dan penuh perencaanya yang tidak terduga.

Joker sebagai musuh Batman yang popular, pola pikir Joker yang cerdas dan terencana tentu bisa diterapkan dalam kehidupan.

Terutama jika kita menghadapi suatu masalah, berpikir cerdas dan terencana adalah salah satu jawaban mengatasi masalah.

2. manusia adalah tempatnya salah

Joker diceritakan dalam sejarahnya adalah manusia biasa. Ketika seorang Joker dengan santainya tertawa melihat penderitaan orang lain.

Pesan sebenarnya dari hal tersebut adalah manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ketamakan dan kekejaman bisa muncul kapanpun dalam diri seorang manusia biasa. Dan karakter Joker menjadi perumpamaan dari hal itu.

3. Saat ini peraturan dibuat untuk dilanggar

Joker menjadi symbol pembangkang dalam hal aturan. Kalimat ini menunjukan bahwa Joker berpandangan bahwa aturan adalah penghalang untuk dunia yang lebih baik.

Paradigma ini sengaja dibuat untuk menyindir setiap manusia yang ada di dunia ini bahwa peraturan yang saat ini nyatanya akan dengan mudah dihancurkan cukup dengan kedok dunia yang lebih baik di masa depan.

4. Betapa kejamnya kondisi masyarakat saat ini, yang lemah akan dihancurkan oleh yang kuat.

Manusia yang lebih cerdas dari makhluk yang ada di bumi ternyata tidak seperti itu. Seperti yang disampaikan Joker dalam kalimat diatas.

Ia menyebut bahwa manusia adalah makhluk serakah yang sangat egois. Hanya demi mendapatkan sebuah keripik, manusia tidak segan untuk memangsa manusia lainnya. Perumpamaan itu sangat menyindir kondisi masyarakat saat ini.

5. Kecerdasan yang sering disalahgunakan

Cerdasnya Joker justru digambarkan sebagai cerdasnya seorang kriminal yang tidak pernah habis akal. Dunia hitam dan kelam Joker memberikan pelajaran bahwa menjadi cerdas saja tidak cukup.

Perlu adanya sikap dan hal-hal lainnya yang menunjang kecerdasan. Jika hanya kecerdasan tetapi tidak ada sikap yang baik, kecerdasan tersebut akan berujung buruk.

6. hidup jangan selalu dibawa serius

Hidup jangan selalu dibawa serius. Begitulah kata-kata legendaris dari seorang karakter Joker. Tarik napas dan cobalah bercanda dengan teman atau keluargamu. Ingat terlalu serius tidak baik guys, cobalah tertawa bersama dan bercanda.

7. Pencari keadilan sejati

Jika kalian sudah menonton film Joker, tentu kalian pernah melihat cuplikan film seorang Joker yang membakar gunungan uang dengan ringannya.

Berbeda dengan penjahat-penjahat lainnya, karakter Joker dibuat untuk menyampaikan sebuah pesan dengan satir.

Joker tidak peduli dengan harta dan uang, yang ia inginkan adalah pesan yang ingin ia sampaikan mengenai semua ketidakadilan yang ia rasakan terhadap pemerintah dan manusia-manusia munafik di luar sana.

Pada intinya adalah karakter Joker mengingatkan bahwa ketika manusia biasa yang terus menerus menyimpan dongkol yang besar mengenai ketidakadilan yang dirasakan. Maka berhati-hatilah jika rasa dongkol tersebut sudah tidak dapat dibendung.

Walaupun Joker sudah menjadi simbol kejahatan yang absolut, kita sebagai masyarakat yang cerdas harus jelih melihat pesan-pesan yang disampaikan secara tidak langsung dari penggambaran karakter seorang Joker.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar