Pola Pikir Negatif Yang Bisa Menyebabkan Depresi

Depresi merupakan suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negative terhadap pikiran, perasaan, tindakan, dan kesehatan mental seseorang.

Kondisi depresi adalah reaksi normal sementara terhadap peristiwa-peristiwa hidup seperti kehilangan orang tercinta.

Pola Pikir Negatif Penyebab Depresi

Depresi juga dapat merupakan gejala dari sebuah penyakit fisik dan efek samping dari penggunaan obat dan perawatan medis tertentu.

Dalam kaitannya dengan gangguan mental lain, depresi dapat juga menjadi gejala dari gangguan kejiwaan seperti Gangguan depresi mayor dan distimia

Penyebab suattu kondisi depresi meliputi:

  • Faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmiter di otak terutama serotonin.
  • Faktor psikologis karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran perilaku terhadap suatu situasi social.
  • Faktor sosio-lingkungan misalnya karena kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan, paska bencana, dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya.

Manusia merupakan makhluk dengan kemampuan berfikir yang baik dan juga ada banyak sekali pikiran yang timbul pada kepala manusia setiap harinya.

Sering sekali pikiran positif muncul dan diiringi oleh pikiran negative. Sayangnya, kita tak bisa mengatur pikiran-pikiran apa saja yang akan muncul di pikiran kita. Bahkan tanpa kita sadari bahwa jumlah pikiran negatif justru lebih banyak muncul.

Orang bisa terkena Depresi juga dikarenakan pola pikir mereka yang cenderung ke arah Negatif, seperti sering berprasangka buruk terhadap orang lain, sering menyalahkan diri sendiri, dan tidak bisa melihat sisi positif terhadap diri sendiri.

Pikiran Negatif yang muncul secara terus menerus akan mematahkan kepercayaan diri dan lebih membahayakan dari apa yang dikatakan oleh orang lain.

Jadi, ini saatnya kita mengubah diri dari berpikiran negatif ke positif. Dengan cara-cara seperti berikut :

1.Kenali Pikiranmu

Simpan catatan negated dan apapun dampaknya terhadap keputusanmu. Tuliskan pikiran negatifmu dan kenapa itu bisa muncul.

Langkah ini akan membantumu mengumpulkan energy melawan pikiran negative dan seberapa besar kerugian dari berfikir negative itu.

2.Berpikir Negatif Berarti Membohongi Diri

Kapan pun kekhawatiran atau pikiran negatif muncul, kamu hanya membohongi diri sendiri. Tidak ada yang bisa memprediksi masa depan dan kita tidak bisa mengendalikannya.

Jadi, tak ada gunanya terlalu mengkhawatirkannya. Cara terbaik untuk mengalahkan pikiran negatif adalah dengan berbuat yang terbaik dan berharap yang terbaik itu akan menjadi kenyataan.

3.Percaya diri

Berpikir negatif berarti tidak mempercayai diri sendiri. Selalu berpikir kalau kamu tak disukai orang lain, maka kamu tak akan bisa melakukan yang terbaik dan selalu menunggu respons orang lain.

Memang sah-sah saja berpikir negatif atau merasa cemas, tapi kamu harus melatih pikiran dan percaya kepada Tuhan serta juga percaya pada kemampuan diri. Bersihkan pikiran dan katakan ‘semuanya akan baik-baik saja’.

4.Berpikir sedikit negatif itu harus

Berpikir sedikit –sedikit saja, negatif akan membantumu melakukan usaha lebih sekaligus mencegah terlalu percaya diri.

Tetap jaga pikiran agar jangan terlalu negatif. Semua pikiran boleh ada, tapi kamu yang memutuskan mana yang ingin dsimpan di dalam otak.

7.Pikiran yang mengganggu dari masa lalu

Salah satu alasan berpikir negatif adalah pengalaman di masa lalu, kegagalan, atau hanya ketakutan. Ingat, apapun yang terjadi di masa lalu telah hilang dan itu terjadi untuk membantumu menjadi orang yang lebih kuat.

8.Paksa otakmu

Paksa otak untuk berpikir dengan cara yang benar dan tepat. Berpikir benar sama bagusnya dengan bertingkah laku benar.

Jadi, jangan biarkan otak mengalir dengan pikiran negatif. Alihkan perhatian dan pikirkan bahwa hal-hal yang lebih besar sedang menunggu untuk datang kepada Anda.

Itulah 8 pola pikir negative yang bisa memicu depresi. Semoga bermanfaat.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Pola Pikir Yang Salah Mengenai Investasi

Pola pikir atau mindset merupakan bagaimana cara kita memandang suatu hal. Memang terlihat simple, namun bagaimana kalian memandang sesuatu itulah yang akan mempengaruhi kesuksesan bahkan hidup kalian.

Contohnya, dulu bahkan mungkin hingga sekarang, bagi seorang pengendara mobil atau sepeda motor perjalanan dari Jakarta ke Surabaya merupakan perjalanan yang melelahkan.

Namun, hal yang berbeda terjadi pada pola pikir seorang pilot. Ia akan mengatakan perjalanan Jakarta ke Surabaya merupakan perjalanan yang singkat karena hanya membutuhkan beberapa jam saja.

Pola Pikir Salah Mengenai Investasi

Hal yang sama juga terjadi pada seseorang atau mungkin kalian sendiri ketika memahami tentang investasi.

Kekeliruan pemahaman mengenai investasi akan menjadikan kalian tak berani untuk turun ke dunia investasi atau bahkan tahu dan sudah terjun namun kalian tak mendapatkan apa yang kalian inginkan.

Bahkan, tak jarang bukannya untuk yang didapat melainakn kerugian demi kerugian. Jadi, pola pikir ini sangat penting untuk menjalankan bisnis investasi agar berjalan sesuai dengan apa yang kalian inginkan.

Berikut ini beberapa pole pikir yang salah mengenai investasi.

1.Hanya Untuk Yang Punya Modal

Saat berbicara mengenai investasi, memang di dalam benak kebanyakan orang adalah orang kaya yang memiliki uang lebih. Atau hanya untuk mereka yang memiliki modal.

Pola pikir ini salah. Karena, siapa saja bisa berinvestasi atau menjadi investor termasuk kalian. Jika tidak memiliki modal, ada dana pinjaman gratis yang bisa kalian manfaatkan sebagai langkah awal untuk terjun ke dunia investasi.

Namun, sebaiknya kalian pelaari terlebih dahulu tentang dana pinjaman ini. bahkan, jika kalian memiliki sedikit uang sisa, maka uang tersebut juga bisa menjadi modal sebuah investasi.

Artinya, untuk menjadi investor kalian tak perlu menjadi orang kaya terlebih dahulu atau menunggu memiliki segudang uang sisa.

Yang perlu kalian lakukan adallah memahami investasi itu dan berinvestasi pada bisnis atau usaha yang tepat yang kira-kira bisa memberikan keuntungan lebih.

Kecermatan dalam memilih jenis bisnis untuk berinvestasi merupakan hal penting yang harus kalian pahami.

2.Investasi Tidak Bisa Dijadikan Pendapatan Utama

Kalian juga mungkin berfikir bahwa investasi tidak bisa dijadikan sebagai pendapatan utama. Karena yang ada di dalam benak kita adalah bekerja untuk mendapatkan gaji.

Dari gaji itu kemudian kita gunakan untuk keperluan hidup, sisanya baru bisa untuk investasi. Hasil investasi yang tak bisa diprediksi menjadikan banyak orang memiliki pola pikir yang salah mengenai investasi sebagai pendapatan utama.

Ini karena ada banyak investor professional yang menjadikan investasi sebagai penghasilan utama mereka.

Mereka mulai investasi dengan bisnis berisiko kesil. Keuntungan yang didapat, tidak ditabung atau dihabiskan melaunkan digunakan untuk investasi lagi.

Sehingga ada beberapa jenis usaha atau bisnis dimana ia berinvestasi. Hasil investasi dari satu atau dua jenis usaha digunakan untuk kehidupan sehari-hari sedangkan hasil dari investasi lainnya digunakan untuk berinvestasi di sektor atau jenis usaha lain.

Investasi yang dipilih juga tidak main-main melainkan dengan penuh pertimbangan. Sehigga, hasil dari investasi akan terus diputar membentuk putaran keuntungan investasi yang terus tumbuh dan berkembang.

3.Investasi memiliki resiko sangat tinggi

Mungkin ini salah satu faktor yang menyebabkan orang berhenti berinvestasi. Satu dua kali gagal kemudian membuat kesimpulan bahwa investasi terlalu beresiko.

Perlu dipahami dengan baik bahwa investasi layaknya sebuah mata uang yang memiliki dua sisi, keuntungan dan resiko atau kerugian.

Keduanya ada dan saling melengkapi. Artinya, resiko memang sesuatu yang pasti di dalam dunia investasi.

Oleh sebab itu, yang perlu Anda lakukan bukanlah menghindarinya melainkan mengelola resiko itu sendiri atau dikenal dengan risk management.

Itulah 3 pola pikir yang keliru mengenai investasi. Semoga artikel ini bermanfaat.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Pola Pikir Orang Bermental Kuat, Kamu Sudah Punya?

Mental dapat mempengaruhi pola pikir seseorang. Begitupun sebaliknya, pola pikir yang kita miliki dapat menunjukkan mental kita sekuat apa.

Seorang yang telah dewasa membutuhkan mental yang kuat untuk menjalani kehidupan. Mulai dari kuliah hingga lingkungan kerja. Jika kalian punya mental lembek, bisa-bisa kalian bakal jadi orang yang biasa saja.

Pola Pikir Mental Baja

Mungkin kalian bingung, apakah kalian punya mental yang kuat atau tidak. Karena memang hal ini tak bisa kita lihat di diri kita sendiri.

Supaya gak bingung, di bawah ini kami berikan ciri-ciri pola pikir orang yang bermental kuat. Kalau kamu sudah punya pikiran seperti ini, artinya mental mu kuat. Apa saja?

1.Bisa Menjaga Emosi dan Logika

Jika kamu bisa menyeimbangkan antara emosi dan logikamu, artinya kamu bermental kuat. Menurut psikolog, keduanya sama penting dan orang bermental kuat tahu kapan harus menyeimbangkan keduanya untuk membuat keputusan.

2.Menghabiskan Waktu Dengan Produktif

Banyak orang yang membuat seribu alasan supaya ttidak mengerjakan tugas dengan baik. Mereka yang bermental lemah biasanya menyalahkan keadaan.

Berbeda dengan yang bermental kuat. Mereka focus untuk mengerjakan hal-hal penting dan gak membuang buang waktu. Intinya, teurs produktif dalam kegiatan sehari-hari.

3.Bisa Beradaptasi Dengan Perubahan

Hidup terus berubah dan kadang perubahan itu tidak mudah. Sebagian besar orang memilih untuk tidak mau berubah dan tetap berada di zona nyaman. Namun, mereka yang bermental kuat focus untuk menghadapi perubahan yang besar dan sangat cepat.

4.Belajar Dari Kesalahan

Banyak orang sukses bilang, lakukanlah banyak kesalahan saat muda. Ini karena kita bisa lebih cepat bangkit dari kesalahan itu. Mereka yang bermental kuat akan benar-benar belajar dari kesalahannya.

5.Tahu Bahwa Merayakan Kesuksesan Orang Lain Itu Penting

Memiliki mental kuat berarti kamu tahu bagaimana bekerja sama. Kesuksesan orang lain gak pernah membuatmu iri.

Kamu malah happy jika ada banyak orang sukses di sekelilingmu. Artinya, kamu bisa belajar banyak hal dari mereka. Kamu selalu merasa terinspirasi, bukan terintimidasi.

6.Hidup dan Membuat Keputusan Berdasarkan Prinsip

Mereka yang bermental kuat akan selalu memperhatikan prinsip yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, orang yang tak suka korupsi waktu tak akan pernah datang terlambat. Orang yang menghargai persahabatan tidak akan mengkhianati sahabatnya dan orang yang menyayangi orang tua tidak akan menyia nyiakan uang kuliah yang diberikan.

Hal hal kecil seperti ini akan memperlihatkan betapa kamu mengormati prinsip kamu sendiri.

7.Bertanggung Jawab Atas Tindakan

Gak semua orang berani memperlihatkan tangan sesudah melempat batu. Namun, mereka yang bermental kuat tidak akan seperti itu.

Mereka tidak takut bertanggung jawab atas kesalahan mereka. Dan tentu saja, mereka terus belajar dari kesalahan itu.

8.Tahu Bagaimana Melihat Kesempatan dalam Kesulitan

Sebenarnya, setiap masalah memiliki celah untuk kita belajar sesuatu. Orang yang mentalnya lemah, hanya melihat masalah sebagai suatu penghalang dan memikirkan masalah itu berhari-hari.

Namun mereka yang bermental kuat akan berusaha mencari solusi serta melihat kesempatan yang ada. Lewat masalah ini juga mereka akan menganalisa kemampuan yang harus mereka pertajam supaya kelak mereka bisa lebih santai menghadapi kesulitan tersebut.

9.Bersyukur

Mereka yang bermental kuat selalu tahu bahwa mereka telah mendapatkan lebih dari yang mereka butuhkan.

Mereka terus ingin berkembang namun tidak serakah. Mereka tahu bahwa dengan bersyukur, hidup akan memberikan kesempatan yang lebih besar.

Itulah 9 ciri orang dengan mental yang kuat. Semoga bermanfaat.  

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Buang Pola Pikir Ini Kalau Gak Mau Stress

Stress bisa datang kapan saja dan di mana saja. Apalagi jika mengingat bahwa hidup pasti selalu diliputi oleh masalah. Namun sebenarnya stress juga bisa datang jika kita tak memiliki pola pikir yang bijak dan positif.

Bahkan, stress juga bisa memicu berbagai penyakit kronis dan berbahaya seperti misalnya serangan jantung. Tentu kita tidak mau hal ini sampai terjadi.

Buang Pola Pikir Ini Agar Hidup Lebih Tenang

Nah, untuk kalian yang tak ingin dihinggapi oleh rasa stress tersebut, pertama kali yang harus kalian ubah adalah mindset atau pola pikir kalian.

Dengan memiliki pola pikir yang baik, tentunya stress akan pergi menjauh dari kita. Lalu, pola pikir seperti apa yang tak boleh kita miliki? Yuk simak di bawah ini.

1.Berpikir Kebal Terhadap Stress

Jika kamu berpikir stress tidak akan menghinggapimu, maka jangan heran jika suatu saat nanti justru stress malah hadir. Mungkin, masalah yang datang malah akan membuatmu stress dua kali lipat.

Pola pikir seperti ini harus kamu ubah karena stress bisa datang pada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.

Di sini kamu harus paham untuk menerapkan pola pikir yang positif agar stress tak menimpamu dan menyebabkan kesehatan mental serta fisikmu terganggu.

2.Selalu Berpikir Sedang Sibuk

Pernah bilang kalau kamu sedang sibuk kepada orang lain? Ucapanmu ini bisa menjadi pola pikir yang mendarah daging.

Kamu juga akan beranggapan bahwa taka da waktu selain mengurus kesibukanmu sehingga akhirnya kamu tertekan dan stress pun tak terelakkan.

Karena, berkat pola pikirmu yang seperti ini, kamu jadi tidak bisa bersantai bahkan menikmati waktu bersama keluarga dan pasanganmu juga tidak.

3.Perfeksionis

Pola pikir ini juga berbahya. Jika kamu menganggap semua hal harus sesuai dengan keinginan serta ekspektasimu, jika suatu hari hal tersebut tak sejalan sesuai dengan keinginanmu, akhirnya kamu hanya akan stress dan menyalahkan keadaan.

4.Pola Pikir Negatif

Pola pikir seperti ini akan mudah menyebabkan stress karena kamu selalu merasa dunia ini taka da yang bagus dan sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

Berfikir seperti ini secara tidak langsung akan menciptakan hidup yang pesimis dan stress karena kamu tak bisa berpikir positif dalam menyikapi masalah.

Jadi, jangan heran jika ada berbagai penyakit seperti hipertensi yang mendatangimu jika terus memiliki pola pikir yang negative.

5.Pola Pikir Rendah Diri

Pola pikirr seperti ini juga sangat salah karena kamu selalu rendah diri dan mengangap dirimutak lebih baik daripada orang lain.

Padahal, semua orang diciptakan memiliki derajat yang sama. Akhirnya, kamu juga bisa stress karena merasa hidupmu tak se bahagia orang lain. Pola pikir seperti ini merupakan pola pikir toxic yang jelas harus kamu buang jauh-jauh.

Itulah 5 pola pikir yang tak boleh kamu miliki jika tak ingin dihinggapi oleh stress. Ketahui lah bahwa stress bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja.

Jadi, akan lebih baik jika kalian bisa emnjaga pola pikir untuk tetap menjaga pikiran agar tidak stress. Lakukanlah lebih banyak interaksi dengan orang lain agar kalian bisa lebih terbuka dan lebih lega daam menghadapi masalah.

Semoga artikel ini bermanfaat, terutama untuk kalian yang ingin mencari cara untuk menghindari stress. Salam sehat!

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Pola Pikir Komprehensif, Apa Itu?

Komprehensif, salah satu hal yang seringkali menjadi pertanyaan. Arti komprehensif sendiri merupakan segala sesuatu yang sifatnya luas dan lengkap yeng meliputi berbagai aspek atau ruang lingkup yang luas.

Komprehensif sendiri merupakan memiliki wawasan yang luas akan sesuatu dan melihatnya dari berbagai aspek sehingga bisa memahami suatu permasalahn secara menyeluruh dan menyelesaikannya dengan baik.

Menurut KBBI, pengertian komprehensif adalah bersifat mampu menangkap dan menerima dengan baik, luas dan lengkap mengenai ruang lingkup atau isi, dan memiliki serta memperlihatkan wawasan yang luas.

Istilah komprehensif diambil dari bahasa Inggris, yaitu “Comprehensive” yang memiliki arti lengkap, luas, menyeluruhm teliti, dan meliputi banyak hal.

Pada dasarnya istilah ini digunakan untuk menyatakan kondisi dimana sesuatu dapat menjelaskan keterangan secara lengkap dan luas serta memberikan wawasan yang lebih.

Yuk Ketahui Pola Pikir Komprehensif Lebih Dalam

Istilah komprehensif cukup sering digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, misalnya filsafat, akuntansi, kebidanan, dan lain sebagainya.

Komprehensif di beberapa bidang adalah sebagai berikut:

  • Komprehensif di Bidang Filsafat

Merupakan cara berpikir filsafat yang mengkaji segala sesuatu secara menyeluruh sehingga tak ada lagi bagian yang tersisa ataupun berada di luarnya.

  • Komprehensif di Bidang Kebidanan

Merupakan penanganan yang dilakukan secara berkesinambungan kepada bayi dan ibu sejak bayi tersebut dalam kandungan hingga dilahirkan.

  • Komprehensif di Bidang Akuntansi

Merupakan prinsip permbuatan laporan laba rugi dangan tujuan mengukur tingkat keberhasilan kinerja suatu perusahaan dalam periode tertentu.

Pola pikir yang perlu dimiliki oleh manusia adalah pola pikir komprehensif. Pengertian komprehensif sendiri menurut KBBI adalag luas meliputi banyak hal.

Pola pikir komprehensif adalah pola pikir yang terbuka, tak eksklusif (tertutup). Di dalamnya ada sikap menghargai pemikira orang lain dan mampu menampung kepelbagaian.

Pola pikir proaktif, kratif, dan positif  juga menjadi bagian dan pola pikir komprehensif sebagai suatu pola pikir yang utuh dan terbuka.

Jika dilihat hubungan antara 4 pola pikir tersebut diketahui bahwa pola pikir komprehensif terbentuk atas pola pikir proaktif, kreatif, dan positif.

Ketiga pola tersebut berkaitan erat. Positif dan kreatif mampu menciptakan proaktif. Sedangkan pola pikir kreatif mampu menimbulkan pola pikir positif.

Begitu juga sebaliknya, pola pikir positif akan menumbuhkan pola pikir kreatif, karena biasanya orang yang “positive thinking” akan mempunyai kehidupan yang menyenangkan. Keadaan ini dapat merangsang kreativitas seseorang.

Keempat pola pikir tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan seseorang jika dikembangkan.untuk kalian yang suka terlibat dalam sebuah organisasi sangat perlu sikap proaktif untuk menjalankan visi misi organisasi supaya bisa berjalan lancar.

Tanpa mau menjadi proaktif, seorang pemimpin tak akan bisa menjalankan kepemimpinan secara efektif dan efisien.

Sedangkan pola pikir kreatif sangat bermanfaat di bidang seni. Mereka yang suka mencoret-coret tembok di sembarang tempat perlu mengembangkan diri secara benar dan tepat.

Misalnya dengan masuk ke sanggar seni. Bagi mereka yang menyadari kebutuhan dan keberadaan orang lain, mereka perlu membangun sikap positif serta komprehensif.

Tanpa kedua sikap itu, manusia tak akan bisa menjalin relasi dengan sesamanya secara baik. Terlebih lagi, mereka yang memiliki perbedaan latar belakang sosial, suku bangsa, agama, dan perbedaa lainnya.

Itulah informasi lengkap mengenai pola pikir komprehensif yang harus kamu ketahui. Setelah mengetahui hal ini, apakah kalian memiliki pola pikir komprehensif? Atau kalian mau mengembangkannya?

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Aliran Filsafat Yang Mempengaruhi Pola Pikir Kalian

Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu Philos atau Sophia. Philos berarti cinta, senang, suka. Sedangkan Sophia berarti pengetahuan, hikmak, dan kebijaksanaan. Sehingga philosophia berarti cinta pengetahuan.

Seiring berjalannya waktu, filsafat adalah kegiatan berpikir secara lebih mendalam terkait dengan pertanyaan-pertanyaan yang kerap kali muncul dalam kehidupan seperti untuk apa alam semesta diciptakan, apa tanggung jawab manusia terhadap tuhan, dan lain lain.

Filsafat Yang Mempengaruhi Pola Pikir

Filsafat sudah hadir sejak 2000 tahun yang lalu. Namun, dalam waktu selama itu filsafat belum bisa dan tak akan pernah bisa memberikan jawaban yang mutlak.

Filsafat hanya mampu memberikan jawaban yang rasional, sistematis, dan kritis. Filsuf-filsuf yang terkenal akan pemikiran besarnya antara lain Aristoteles, Plato, Jacques Derrida, Immanuel Kant. Dan Thomas Aquinas.

Setiap filsuf memiliki cara pandang yang berbeda. Karena itu filsafat sangat menarik untuk dipelajari.

1.Rasionalisme

Rasionalisme merupakan aliran filsafat yang berpegang teguh pada akal. Itulah sebabnya kaum rasionalis menganggap akal dan penemuan dapat diukur dengan akal juga.

Maksud dari dicari dengan akal adalah dengan menggunakan pemikiran yang logis, sementara maksud dari diukur dengan akal adalah menentukan apakah pertemuan tersebut dapat dikatakan logis atau tidak.

Jika logis dapat dipastikan benar, jika tidak logis maka sebaliknya.

2.Empirisme

Berbeda dengan rasionalisme yang hanya mengandalkan akal untuk menentukan kebenaran, emperisme memerlukan pembuktian secara indrawi untuk menentukannya.

Pembuktian secara indrawi yaitu dapat dilihat, didengar, dan dirasa. Menurut filsafat ini, pengetahuan bisa diperoleh melalui pengalaman dan perantaraan indera.

Kebenaran berdasarkan pengalaman berhasil membawa pengaruh terhadap bidang hukum dan hak asasi manusia.

3.Positivisme

Positivism adalah aliran filsafat yang bersifat factual. Artinya, menjadikan fakta-fakta sebagai dasar kebenaran. Pengetahuan tidak diperbolehkan membelakangi fakta.

Menurut aliran ini, satu-satunya pengetahuan adalah ilmu dan yang data dijadikan objek pengetahuan hanyalah fakta.

Positivism mendapatkan persetujuan untuk berupaya dalam membuat aturan bagi manusia dan alam.

4.Kritisisme

Kritisisme adalah aliran filsafat yang melakukan penyelidikan terhadap rasio beserta batasan-batasannya.

Kritisisme melakukan kritik terhadap rasionalime dan empirisme karena kedua aliran filsafat itu sangat berlawanan.

Untuk menentukan kebenaran, rasionalisme mengandalkan akal, sedangkan empirisme mengandalkan pengalaman.

5.Idealisme

Idealism merupakan aliran filsafat yang percaya bahwa sesuatu yang konkret hanyalah hasil pemikiran manusia.

Kaum idealis menyebutnya sebagai ide atau gagasan. Menurut idealism, ide atau gagasan adalah pengetahuan dan kebenaran tertinggi.

Untuk memahami sesuatu, idealism menggunakan metode dialektik, yaitu metode yang menggunakan dialog, pemikiran, dan perenungan.

6.Naturalisme

Naturalism adalah aliran filsafat dari hasil berlakunya hukum alam fisik. Menurut aliran naturalisme, setiap manusia yang lahir ke bumi membawa tujuan yang baik dan taka da seorang pun yang membawa tujuan buruk.

Layaknya setiap bayi yang terlahir dalam keadaan suci dan tuhan telah menganugerahkan berbagai potensi yang bisa berkembang secara alami kepadanya.

Kaum naturalis menyebut hal itu sebagai kodrat. Untuk mempertahankan kodrat tersebut, maka diperlukan adanya pendidikan.

7.Materialisme

Materialism adalah aliran filsafat yang mengikatkan materi sebagai segalanya. Karena itu, materialism menggunakan metafisika.

Jenis metafisika yang digunakan tentu saja metafisika materialism. Materialism menekankan bahwa faktor-faktir material memiliki keunggulan terhadap spiritual dalam fisiologi, efistemologi, penjelasan histori, dan sebagainya.

Menurut materialism, pikiran (roh, jiwa, dan kesadaran) merupakan materi yang bergerak.

Itulah 7 filsafat yang selama ini memperngaruhi pola pikir kita sebagai manusia.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar

Apa Ciri Dari Pola Pikir Mental Block?

Jika kita memiliki tekanan terhadap tugas atau pekerjaan hingga tak mampu menyelesaikannya, artinya kita mengalami kondisi yang bernama mental block.

Mental block bisa berupa hal-hal yang ringat sekalipun, seperti kehilangan konsentrasi, muncul keinginan untuk melakukan hal-hal lain, rasa lelah yang membuat kita ingin berhenti sejenak untuk beristirahat, dan apa pun yang membuat kita ingin menunda pekerjaan.

Hal ini termasuk berbagai masalah terkait psikologi, seperti anxiety (rasa khawatir berlebihan) dan depresi.

Jenis Kondisi Yang Merefleksikan Mental Block

Secara tidak langsung, mental block bukan hanya memperlambat pekerjaan namun juga potensi diri untuk berkembang.

Lama kelamaan, hidup akan terasa statis, tidak ada perubahan, dan perkembangan apa pun. Lalu, bagaimana  cara mengetahui bahwa kita sedang mengalami mental block atau tidak?

Ada 4 tipe mental block yang umumnya menimpa seseorang:

1.Tidak Percaya Diri Berlebihan

Rasa tidak percaya diri sudah menjadi masalah yang umum di masyarakat. Sudah banyak artikel-artikel, buku-buku, dan seminar-seminar yang membahas masalah ini.

Secara umum, gangguan percaya diri dimulai dengan rasa takut, seperti takut gagal dan takut membuat kesalahan.

Tidak percaya diri akan berujung pada rasa malu karena menganggap akan dinilai secara buruk dan takut menjadi cibiran orang lain.

Akhirnya, seseorang tidak berani memulai sesuatu yang baru. Kita pun jadi meragukan kemampuan diri sendiri dan akhirnya muncul perasaan yang keliru bahwa “saya tidak akan bisa” bahkan sebelum mencoba melakukannya.

2.Sulit Menentukan Skala Prioritas

Tidak menentukan hal yang prioritas adalah salah satu penghambat dalam proses pengembangan diri.

Hal ini dapat terlihat dari cara kita mengorbankan lebih banyak waktu untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting dan menelantarkan tugas atau kepentingan utama dalam hidup.

3.Kerap Membandingkan Kualitas Diri Sendiri Dengan Orang Lain

Kesuksesan orang lain bukanlah sebuah ancaman bagi kita. Nyatanya, jika orang lain bisa melakukan sesuatu yang lebih baik, bukan berarti kita sendiri tidak mampu atau tidak berharga.

Berhentilah melihat orang lain dan focus kepada diri sendiri. Jika orang lain bisa sukses, maka artinya semua orang, termasuk kita bisa meraih tingkat kesuksesan yang sama dan bahkan lebih baik lagi.

Alasannya sudah jelas, kita sama-sama manusia. Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain. Dalam praktiknya, kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain tidak akan berhenti pada satu momen.

Pada kelanjutannya, kita tentu akan menemukan orang lain yang lebih hebat lagi sehngga membuat kita makin rendah diri. Keadaan semacam ini berpotensi semakin menghambat pengembangan dalam diri.

4.Merasa Diri Bisa Melakukan Segala Hal

Ada beberapa orang yang berpikir “saya bisa melakukan segalanya. Saya pasti bisa jika berusaha keras.”

Memang benar bahwa kita bisa mencapai sesuatu sesuai keinginan kita, namun jika terlalu banyak hal yang dilakukan, maka pada akhirnya kita tidak akan bisa menjadi ahli dalam suatu hal.

Terlalu tinggi menilai kemampuan diri sendiri bisa menjadi boomerang yang merugikan.

Penyebab Utama Mental Block

Lalu, apa saja penyebab utama dari semua ini?

1.Pengalaman Pribadi

Mengalami kegagalan berisiko membuat kita menganggap diri ditakdirkan selalu gagal walaupun berjuang sekeras apapun.

Pada akhirnya, pikiran ini membuat kita kehilangan percaya diri. Sikap mental seperti ini jika dibiasakan dari kecil bisa menjadi sebuah mental block bagi kita.

2.Penilaian Orang Tua, Guru, Teman

Sejak kecil kita sering menghadapi berbagai konsep penilaian, baik dan buruk. Penilaian ini diberikan oleh orang tua, guru, dan teman-teman.

Mereka adalah pemeran utama yang memberikan penilaian itu kepada kita. Pada akhirnya dari penilaian itu terbentuk citra diri kita.

Itulah penjelasan lengkap mengenai mental block. Semoga artikel ini bermanfaat.

Ditulis pada Pola Pikir | Tinggalkan komentar